Masa remaja merupakan masa transisi dari remaja menjadi dewasa, yang ditandai denganperubahan hormonal, fisik, psikologis maupun social. Perubahan tersebut terjadi dengan cepat danterkadang tanpa disadari. Ketika bicara perkembangan social maka pada masa ini diharapkantercapainya kematangan dalam hubungan sosial atau proses belajar untuk menyesuaikan diriterhadap norma-norma kelompok, moral dan tradisi. Bagaimana remaja tersebut dapat menyesuaikandiri dengan aturan-aturan dan tidak menyimpang dari aturan dipengaruhi banyak hal, diataranya polaasuh orang tua yang dipersepsikan remaja tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empirik gambaran tipe pola asuh orang tuayang dipersepsi remaja yang melakukan kenakalan di RW 06 Kelurahan Samoja KecamatanBatununggal Kota Bandung. Data penelitian diperoleh dengan kuesioner. Metode yang digunakanadalah metode deskriptif. Penelitian ini merupakan penelitian populasi, yaitu seluruh usia remajaRW 06 yaitu dari usia 12 hingga 21 tahun yang tercatat dalam data RW sebagai remaja yang pernahmelakukan kenakalan atau terlibat dalam salah satu genk motor yaitu berjumlah 65 orang. Alat ukuryang digunakan untuk persepsi pola asuh orang tua berupa kuesioner yang dikonstruksikanberdasarkan teori Diana Baumrind dengan total 70 item.Untuk mengetahui gambaran tipe pola asuhorang tua yang dipersepsi remaja yang melakukan kenakalan remaja maka dilakukan pemisahan datadengan menggunakan uji persentil. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar remaja di RW 06 KelurahanSamoja Kota Bandung yang melakukan kenakalan mempersepsikan pola asuh permissive. Artinyatidak adanya kontrol atau adanya aturan tetapi tidak dijalankan secara konsisten membuat anak lebihagressif, tidak mandiri, tidak dewasa dan kurang bertanggung jawab, rasa peduli terhadap sesamatidak berkembang, selalu ingin menjadi prioritas dan dilayani, karena ia biasa dimanjakan yangakhirnya melakukan kenakalan.
Copyrights © 2019