Sektor wisata budaya berbasis masyarakat merupakan salah satu potensi yang sampai saat ini terus dikembangkan sebagai sumber pendapatan. Pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat adalah menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dengan pemberdayaan masyarakat dalam berbagai kegiatan kepariwisataan sehingga pemanfaatan kepariwisataan sebesar-besarnya diperuntukkan untuk masyarakat. Dalam perspektif state of the art of management, maka orkestrasi pembangunan kepariwisataan ditentukan oleh faktor : skala, kapasitas, kompleksitas dan sinergi. Setiap destinasi pariwisata yang memiliki entitas spasial, bisnis, sosial budaya dan lingkungan, memerlukan pendekatan sistemik dalam integrasi ekosistem kepariwisataan untuk menjamin kualitas aktivitas, fasilitas dan pelayanan yang optimal. Situs adalah daerah temuan benda-benda purbakala. Salah satu situs budaya Sunda adalah Situs Ciung Wanara terletak di Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.Situs Ciung Wanara merupakan situs cerita Ciungwanara dari masa Hindu-Buddha. Banyak terdapat tinggalan-tinggalan kebudayaan kuno di situs ini. Ragam peninggalan yang terdapat dalam situs ini merupakan kekayaan budaya lokal yang merupakan bagian dari sejarah Kabupaten Ciamis. Kecenderungan masyarakat modern kini banyak melupakan warisan kearifan-kearifan budaya lokal tersebut, terutama warisan dari cara berpikir lokal yang memiliki nilai terbaik yang merupakan norma masyarakatnya. Hasil penelitian terdapat sekitar sembilan buah benda seni rupa yang memiliki bentuk berupa tatanan batu-batu bujur sangkar atau segi empat dengan batu berdiri dan batu pipih terhampar. Pada dasarnya ada dua jenis bentuk, yakni segi empat dan lingkaran, batu berdiri dan batu pipih terhampar di tanah dan memiliki makna filsafat.
Copyrights © 2023