Krisis ekonomi selama hampir satu dekade dan meningkatnya persaingan dari negara-negara berkembang, agenda baru di Pemerintah Indonesia untuk pendidikan dan penelitian ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) telah muncul sebagai prioritas nasional. Namun, bagi para pendidik seni dan desain, sifat eksklusivitas STEM yang meresap dan terlihat dapat dilihat sebagai contoh lain dari pendidikan seni dan desain yang disingkirkan dari kurikulum. Dalam semangat interdisipliner, baru-baru ini terdapat seruan untuk memperluas pendidikan STEM dengan mencakup seni dan desain, mengubah STEM menjadi STEAM dalam pendidikan. Seperti halnya STEM, pendidikan STEAM menekankan hubungan antara disiplin ilmu yang sebelumnya berbeda, yang berarti bahwa pendidikan telah dikonseptualisasikan dengan cara yang berbeda, seperti berfokus pada proses berpikir desain kreatif yang merupakan dasar teknik dan. Dalam artikel ini, kami membahas perbedaan proses berpikir desain kreatif dan keterampilan metakognitif, bagaimana, dan mengapa keduanya dapat meningkatkan pembelajaran dalam STEM dan STEAM
Copyrights © 2024