Kualitas pendidikan di sekolah dasar (SD) inklusi tidak dapat dipisahkan dari kualitas guru yang mengajar didepan kelas dalam melaksanakan proses pembelajaran. Seorang guru yang profesional dituntut untuk mampu mengelola proses pembelajaran, penguasaan materi, penggunaann metode dan alat peraga yang tepat, serta memotivasi siswa untuk belajar sehingga dapat tercipta kondisi belajar yang efektif dan efesien. Pendidikan di SD inklusi memerlukan pengajaran dari berbagai disiplin ilmu. Pembelajaran yang tepat bagi siswa berkebutuhan khusus di SD inklusi adalah harus sesuai dengan struktur kognitif anak, yaitu materi harus menyederhanakan konsep yang terstruktur sehingga mereka bisa membangun sendiri pola pikir maupun ide-ide tentang peristiwa yang diperoleh dari pengalaman mereka, karena proses perkembangan belajar siswa berkebutuhana khusus SD inklusi memiliki kecenderungan beranjak dari hal-hal yang konkrit ke hal-hal yang abstrak, seperti memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu kebutuhan melalui serangkaian proses. Pengajaran dan pembelajaran kontekstual/contextual teaching and learning (CTL) memiliki dua peranan dalam pendidikan yaitu sebagai filsofi pendidikan yang mengansumsikan bahwa peranan pendidikan adalah membantu siswa menemukan makna dalam pendidikan dengan cara-cara menerapkan pengetahuan tersebut didalam dunia nyata. Hal ini dimaksudkan untuk membantu siswa memahami mengapa yang mereka pelajari itu penting. Sedangkan sebagai strategi pengajaran dengan CTL memadukan teknik-teknik yang dapat membantu siswa menjadi lebih aktif sebagai pembelajar dan reflektif terhadap pengalamanya. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengajaran dan pembelajaran kontekstual adalah sebuah pembelajaran yang membantu guru mengaitkan isi materi pembelajaran denagan dunia nyata, khususnya untuk SD inklusi
Copyrights © 2022