ABSTRACT Teenagers generally menstruate (menarche) at the age of 12 to 16 years. Dysmenorrhea can severely interfere with daily activities and activities. Most women experience discomfort in the lower abdomen during menstruation. Stress is a psychological condition caused by various factors. The level of physical activity can affect the risk of menstrual pain. This study aims to determine the relationship between stress levels and physical activity with menstrual pain in adolescent girls in Ciganjur Village, Jakarta. This study applies non-experimental quantitative research methods. This study used a cross-sectional research design. The sampling technique uses total sampling with a total of 61 respondents. The instruments of this study consisted of stress questionnaire (DASS 42), physical activity questionnaire (IPAQ), menstrual pain questionnaire (NRS). Data analysis uses Chi-Square to determine the relationship between variables. The results showed a significant relationship between stress levels and physical activity with menstrual pain with a variable value of P Value < 0.05. Stress Levels and Physical Activity Have a Significant Association ww ith Menstrual Pain. Keywords: Physical Activity, Menstrual Pain, Stress ABSTRAK Remaja umunya akan mengalami menstruasi (menarche) pada usia 12 sampai 16 tahun. Dysmenorrhea dapat sangat mengganggu kegiatan dan aktivitas sehari-hari. Sebagian besar perempuan mengalami ketidaknyamanan di bagian bawah perut selama menstruasi. Stres merupakan kondisi psikologis yang disebabkan oleh berbagai faktor. Tingkatan aktivitas fisik dapat mempengaruhi risiko nyeri menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan aktivitas fisik dengan nyeri menstruasi pada remaja putri di Kelurahan Ciganjur Jakarta. Penelitian ini menerapkan metode penelitian kuantitatif non eksperimen. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 61 responden. Instrumen penelitian ini terdiri dari kuesioner stres (DASS 42), kuesioner aktivitas fisik (IPAQ), kuesioner nyeri menstruasi (NRS). Data analisis menggunakan Chi-Square untuk mengetahui adanya hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan aktivitas fisik dengan nyeri menstruasi dengan nilai variabel P Value < 0,05. Tingkat stres dan aktivitas fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan nyeri menstruasi. Diharapkan dapat menjaga kesehatan fisik dan mental. Sehingga dapat mengurangi stres dan memastikan tidak ada aktivitas fisik yang terlalu berat yang menyebabkan nyeri menstruasi. Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Nyeri Menstruasi, Stres
Copyrights © 2024