Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Deskriptif Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa Tingkat Akhir Salsabila, Anindya; Minarni, Minarni
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2025
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v5i1.5835

Abstract

Kesejahteraan mental merupakan suatu fondasi yang penting dalam keberhasilan mahasiswa tingkat akhir mengalami , yang dimana sangat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan hingga pencapaian akademiknya. Namun pada kenyataaanya banyak mahasiswa Tingkat akhir yang mengalami stress akademik hingga berpengaruh pada keterlibatannya dalam aktivitas negatif yang tentunya sangat berdampak pada akademik maupun mentalnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Kesejahteraan psikologis yang terjadi pada mahasiswa tingkat akhir di kota makassar berdasarkan jenis kelamin, usia, domisili, fakultas, dan jenis kampus. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel yaitu Mahasiswa tingkat akhir di kota Makassar berjumlah 303 mahasiswa, penelitian ini menggunakan alat pengumpulan data berupa kuesioner berjenis skala Likert.Dan mennggunakan alat ukur Psychological Well-Being yang telah diadaptasikan oleh Nurfadillah (2021) Hasil penelitian ini menemukan Psychological Well-Being pada mahasiswa Tingkat akhir di kota Makassar masuk dalam kategori sedang sebanyak 81 responden (40%). Dimana pada penelitian ini didominasikan oleh subjek yang berjenis kelamin perempuan berjumlah 203 responden dengan presentase 66,3%, kemudian pada demografi usia 22 tahun berjumlah 112 responden dengan presentase 36,6%, pada demografi semester didominasikan oleh fakultas psikologi sebanyak 82 responden 26,8%, selanjutnya pada demografi universitas didominasikan oleh universitas swasta dengan total responden 167 presentase 55,1%, dan pada demografi domisili didominasikan di kota Makassar sebanyak 234 responden dengan presentase 76,5%.
Digital Literacy 5.0 to Enhance Multicultural Education Anurogo, Dito; Syarif, Abdillah; Hardin La Ramba; Nabila Diyana Putri; Ulfah Mahardika Pramono Putri; Salsabila, Anindya; Karimah, Annisa Ayu; Ilmi, Ahmad Alfarobi Jauharul
Multicultural Islamic Education Review Vol. 1 No. 2 (2023): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mier.v1i2.3414

Abstract

In Digital Literacy 5.0, the intersectionality of digital competence across various domains marks a paradigm shift from traditional siloed approaches to a more integrated and holistic framework. This article explores the pervasive influence of digital literacy across diverse fields including health, medicine, nutrition, medical tourism, economy, biomedical sciences, bioinformatics, telemedicine, telehealth, artificial intelligence (AI), and vascular surgery. Emphasizing the necessity of digital literacy not just as a skill for tool utilization but as a cornerstone for understanding and leveraging the potential of digital technologies, this comprehensive exploration underscores the critical role of digital competence in enhancing patient outcomes, driving economic growth, spurring innovation, and revolutionizing healthcare and surgical practices. Through a multidisciplinary lens, the article elucidates the indispensability of digital literacy in a technologically interconnected era, highlighting its implications for policy, educational paradigms, and future technological advancements.
Hubungan Tingkat Stres dan Aktivitas Fisik dengan Nyeri Menstruasi pada Remaja Putri di Kelurahan Ciganjur Jakarta Salsabila, Anindya; Argarini, Diah; Widiastuti, Susanti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i4.14133

Abstract

ABSTRACT Teenagers generally menstruate (menarche) at the age of 12 to 16 years. Dysmenorrhea can severely interfere with daily activities and activities. Most women experience discomfort in the lower abdomen during menstruation. Stress is a psychological condition caused by various factors. The level of physical activity can affect the risk of menstrual pain. This study aims to determine the relationship between stress levels and physical activity with menstrual pain in adolescent girls in Ciganjur Village, Jakarta. This study applies non-experimental quantitative research methods. This study used a cross-sectional research design. The sampling technique uses total sampling with a total of 61 respondents. The instruments of this study consisted of stress questionnaire (DASS 42), physical activity questionnaire (IPAQ), menstrual pain questionnaire (NRS). Data analysis uses Chi-Square to determine the relationship between variables. The results showed a significant relationship between stress levels and physical activity with menstrual pain with a variable value of P Value < 0.05. Stress Levels and Physical Activity Have a Significant Association ww ith Menstrual Pain. Keywords: Physical Activity, Menstrual Pain, Stress  ABSTRAK Remaja umunya akan mengalami menstruasi (menarche) pada usia 12 sampai 16 tahun. Dysmenorrhea dapat sangat mengganggu kegiatan dan aktivitas sehari-hari. Sebagian besar perempuan mengalami ketidaknyamanan di bagian bawah perut selama menstruasi. Stres merupakan kondisi psikologis yang disebabkan oleh berbagai faktor. Tingkatan aktivitas fisik dapat mempengaruhi risiko nyeri menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan aktivitas fisik dengan nyeri menstruasi pada remaja putri di Kelurahan Ciganjur Jakarta. Penelitian ini menerapkan metode penelitian kuantitatif non eksperimen. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 61 responden. Instrumen penelitian ini terdiri dari kuesioner stres (DASS 42), kuesioner aktivitas fisik (IPAQ), kuesioner nyeri menstruasi (NRS). Data analisis menggunakan Chi-Square untuk mengetahui adanya hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan aktivitas fisik dengan nyeri menstruasi dengan nilai variabel P Value < 0,05. Tingkat stres dan aktivitas fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan nyeri menstruasi. Diharapkan dapat menjaga kesehatan fisik dan mental. Sehingga dapat mengurangi stres dan memastikan tidak ada aktivitas fisik yang terlalu berat yang menyebabkan nyeri menstruasi. Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Nyeri Menstruasi, Stres