Saluran peluncur merupakan salah satu bagian dari bendungan yang rentan terhadap bahaya hidrolis seperti kavitasi. Kavitasi dapat membahayakan lantai dasar saluran peluncur akibat gerusan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui nilai kavitasi dan aliran getar untuk meninjau kerusakan pada bendungan. Debit pengaliran yang digunakan pada penelitian ini ialah debit Q2th, Q5th, Q10th, Q25th, Q50th, Q100th dan Q1000th. Oleh karena itu, untuk meminimalisir bahaya tesebut diperlukan uji model fisik guna meminimalisir biaya pada saat pembangunan konstruksi Bendungan Krueng Kluet di lapangan. Metode penelitian yang digunakan ialah studi model fisik dengan skala tak distorsi 1:60. Metode analisis yang digunakan untuk kavitasi yaitu dengan menghitung indeks kavitasi lalu menggolongkan ke dalam tingkat kerusakan yang terjadi. Parameter yang diukur dalam penelitian ini berupa pengukuran profil aliran, pengukuran kecepatan aliran, dan pengukuran tinggi tekan. Hasil analisis kavitasi menunjukkan bahwa section 1 pada semua debit pengaliran tidak terjadi kerusakan akibat kavitasi dengan nilai indeks kavitasi lebih tinggi dibandingkan dengan section lainnya. Nilai indeks kavitasi maksimum terjadi pada debit Q50 section 1 dengan nilai sebesar 2,485 dan nilai indeks kavitasi minimum terjadi pada Q100 dengan nilai sebesar 0,275. Hasil analisis aliran getar menunjukkan bahwa semua titik perhitungan berada pada daerah tanpa aliran getar sehingga saluran peluncur model fisik Bendungan Krueng Kluet aman terhadap aliran getar.
Copyrights © 2022