Muktamar Muhammadiyah ke-41 di Surakarta merupakan salah satu muktamar yang paling krusial sepanjang sejarah. Dalam konteks ini, Muhammadiyah sebagai organisasi gerakan Islam harus menerima Pancasila sebagai asas Persyarikatan. Artikel ini menganalisis pandangan Muhammadiyah terhadap Pancasila dan implikasi politik keputusan muktamar Muhammadiyah ke- 41 mempunyai hubungan yang sangat erat dengan perjuangan politik kewargaan. Melalui pendekatan sosiologi interpretasi dan teori kritis yang menempatkan wacana publik diuji dan diperebutkan, sehingga menunjukkan kontestasi politik identitas dikembangkan pemaknaannya di ruang publik. Artikel ini penting menggarisbawahi bahwa selama rezim Orde Baru berkuasa seiring dengan pemberlakuan asas tunggal Pancasila kepada seluruh organisasi kemasyarakatan. Perjuangan politik kewargaan Muhammadiyah juga mengalami krisis identitas yang sangat rentan terhadap konflik elit dan disitegrasi sosial antar anggota di masa depan
Copyrights © 2020