Pendidikan Usia Dini merupakan jenjang pendidikan yang berlangsung dari usia 1-6tahun dimana pada rentang usia ini anak memiliki kemampuan penyerapan danpenanaman konsep yang tinggi. Pada jenjang ini pendidikan formal dibentuk agar mampumengembangkan kecerdasan kognitif maupun kecerdasan emosional peserta didik.Pemerintah secara berkelanjutan mengembangkan sistem pendidikan yang mendukunghal tersebut utamanya kecerdasan emosional sebagai basis pengembangan karakter.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan program ekstrakurikuler denganpembentukan karakter anak usia dini dalam lingkungan formal pendidikan. Adapunrumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pengaruh ekstrakurikuler terhadappengembangan karakter di TK Kumara Bhuana. Penelitian ini menggunakan metodepenelitian lapangan (field research) dengan pendekatan penelitian kualitatif. Subjekpenelitian ini kelas B1 dengan jumlah siswa sebanyak 31 orang dan guru wali sebanyak1 orang. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dandokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles Huberman yaitu datacollection, data reduction, data display dan conclusion. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa kegiatan ekstrakurikuler mampu mengembangkan empati, disiplin dan mandiri.Melalui ekstrakurikuler tari peserta didik menunjukkan sikap mandiri dalam bentukkemauan penguasaan gerak sesuai dengan irama gamelan, sikap disiplin ditunjukkandengan ditunjukkan dengan merapikan alat belajar serta menyelesaikan tugas-tugas yangdiberikan guru seperti melipat kertas sesuai bentuk yang diinstruksikan. Empatiterbangun di dalam kelompok-kelompok kecil terlihat dari kemauan membantumengurangi kecepatan gerakan tari agar dapat dilakukan secara continue bersama-sama.Melalui kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan di TK Kumara Bhuana anak mampumengembangkan karakter disiplin, empati, dan mandiri. Karakter ini menjadi pondasipenting dalam mengembangkan soft skill yang nantinya akan menjadi dasar SDM yangbermutu yaitu cerdas dan berkarakter.
Copyrights © 2023