Gusti Ayu Agung Riesa Mahendradhani
Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Motivasi Berprestasi Guru Agama Hindu Jenjang SMP Yang Sudah Bersertifikat Pendidik I Made Wiguna Yasa; I Komang Wisnu Budi Wijaya; Gusti Ayu Agung Riesa Mahendradhani; Ni Kadek Supadmini
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 3 No 3 (2020)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to describe the level of achievement motivation Hindu religious teachers are certified educators. This research belongs to qualitative research. The population of this study were teachers of Hindu religious subjects at Junior High School who were certified educators in Tabanan Regency. Samples were taken using saturated sampling techniques. The research instrument used was achievement motivation questionnaire. The questionnaire was tested for validity and reliability. Data were analyzed descriptively. The results showed that 8.7% of teachers had very high achievement motivation; 76.1% had high achievement motivation and 15.2% had achievement motivation level in the sufficient category. The achievement motivation of these teachers is influenced by factors such as job satisfaction, appreciation, physical and social environment and the existence of career paths.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILLS TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU SISWA SMA Ni Ketut Sri Kusuma Wardhani; Gusti Ayu Agung Riesa Mahendradhani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i1.1573

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis Strategi guru dalam penerapkan HOTS (Higher Order Thinking Skills) dalam proses pembelajaran pendidikan Agama Hindu, (2) mengukur pengaruh penerapan HOTS terhadap capaian belajar pendidikan agama Hindu, (3) mengungkap implikasi penerapan HOTS pada capaian belajar pendidikan Agama Hindu. Penelitian ini bersifat eksperimental, dengan rancangan kuasi eksperimen non-equivalen control group design. Analisis terhadap data yang diperoleh dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif interpretatif untuk mendeskripsikan strategi dan implikasi HOTS dan analisis kuantitatif digunakan untuk menemukan pengaruh penerapan HOTS dianalisis menggunakan one way ANOVA. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Higher Order Thinking Skills memiliki pengaruh yang signifikan terhadap capaian hasil belajar siswa pada pelajaran pendidikan agama Hindu. Pembelajaran lebih berpengaruh terhadap hasil belajar dibandingkan dengan pembelajara konvensional.. (3) Implikasinya penerapan HOTS dalam pembelajaran pendidikan Agama Hindu adalah; (a) Terbangunnya Kepercayaan pada siswa dan kepercayaan diri. (b) Tumbuh dan Berkembangnya Karakter Religius pada peserta didik. (c) berkembangnya rasa ingin tahu (d) Berkembangnya Karakter Peduli Sosial. (e)Terjadinya keseimbangan kemampuan berfikir pada peserta didik. (3) Implikasi penerapan HOTS adalah: Peserta didik mengalami keseimbangan antara afektif, kognitif, dan psikomotorik, terbentuknya ketekunan dan disiplin dalam belajar, terjadinya keseimbangan kemampuan berfikir pada peserta didik.
Penggunaan Media Benda Konkret Dalama Upaya Meningkatkan Minat Belajar Matematika Siswa SD Negeri 6 Mas Ni Luh Ketut Eka Juwitya Antari; I Ketut Sudarsana; Gusti Ayu Agung Riesa Mahendradhani
Pasupati Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37428/pasupati.v10i1.346

Abstract

Mathematics is one of the important lessons so that students can later apply it in solving problems in everyday life. Unfortunately mathematics is often regarded as a difficult and frightening subject. However, this is not very visible for students at SD Negeri 6 Mas. This is suspected because the teacher uses concrete media objects in the process of learning mathematics to increase students' interest in learning. Students seem happy and enthusiastic during learning activities. Interest in learning greatly determines the success of the teaching and learning process in the classroom. This study aims to: 1) describe the use of concrete object media in an effort to increase students' interest in learning mathematics, and 2) describe the impact of the use of concrete object media. The theory used to analyze this problem is the theory of classical conditioning and behavioristic theory. Methods of data collection using observation, interviews, and documentation. The collected data were analyzed using triangulation techniques. The results of the study show that: 1) the use of concrete object media in mathematics learning is applied to certain materials, most of the material in the lower class can use concrete object media as teaching media, and only a few materials in the high class can use concrete object media as teaching media; 2) the media of concrete objects has an impact on increasing students' interest in learning as indicated by the attitude of not getting bored easily, feeling happy and excited to take part in learning, enthusiastic and concentrating, so it is easy to remember what they have learned.
KARAKTER EXTRAKULIKULER DALAM UPAYA PENGEMBANGAN KARAKTER TK KUMARA BHUANA: EXTRAKULIKULER DALAM UPAYA PENGEMBANGAN KARAKTER TK KUMARA BHUANA Gusti Ayu Agung Riesa Mahendradhani
PRATAMA WIDYA : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8 No 1 (2023): Pratama Widya April 2023
Publisher : UHN I GUSTI BAGUS SUGRIWA DENPASAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v8i1.2432

Abstract

Pendidikan Usia Dini merupakan jenjang pendidikan yang berlangsung dari usia 1-6tahun dimana pada rentang usia ini anak memiliki kemampuan penyerapan danpenanaman konsep yang tinggi. Pada jenjang ini pendidikan formal dibentuk agar mampumengembangkan kecerdasan kognitif maupun kecerdasan emosional peserta didik.Pemerintah secara berkelanjutan mengembangkan sistem pendidikan yang mendukunghal tersebut utamanya kecerdasan emosional sebagai basis pengembangan karakter.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan program ekstrakurikuler denganpembentukan karakter anak usia dini dalam lingkungan formal pendidikan. Adapunrumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pengaruh ekstrakurikuler terhadappengembangan karakter di TK Kumara Bhuana. Penelitian ini menggunakan metodepenelitian lapangan (field research) dengan pendekatan penelitian kualitatif. Subjekpenelitian ini kelas B1 dengan jumlah siswa sebanyak 31 orang dan guru wali sebanyak1 orang. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dandokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles Huberman yaitu datacollection, data reduction, data display dan conclusion. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa kegiatan ekstrakurikuler mampu mengembangkan empati, disiplin dan mandiri.Melalui ekstrakurikuler tari peserta didik menunjukkan sikap mandiri dalam bentukkemauan penguasaan gerak sesuai dengan irama gamelan, sikap disiplin ditunjukkandengan ditunjukkan dengan merapikan alat belajar serta menyelesaikan tugas-tugas yangdiberikan guru seperti melipat kertas sesuai bentuk yang diinstruksikan. Empatiterbangun di dalam kelompok-kelompok kecil terlihat dari kemauan membantumengurangi kecepatan gerakan tari agar dapat dilakukan secara continue bersama-sama.Melalui kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan di TK Kumara Bhuana anak mampumengembangkan karakter disiplin, empati, dan mandiri. Karakter ini menjadi pondasipenting dalam mengembangkan soft skill yang nantinya akan menjadi dasar SDM yangbermutu yaitu cerdas dan berkarakter.
IMPLEMENTASI PENALARAN KRITIS MELALUI PEMBELAJARAN MENDALAM BERBASIS REFLEKSI KRITIS DALAM PENDIDIKAN PANCASILA I Dewa Ayu Wulandari; I Gede Sedana Suci; Gusti Ayu Agung Riesa Mahendradhani
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.11628

Abstract

This study was motivated by the suboptimal implementation of deep learning in Pancasila Education at the elementary school level, resulting in the underdevelopment of students’ critical reasoning dimension. Learning activities tended to be teacher-centered and memorization-oriented, causing Pancasila values not to be optimally internalized in students’ daily lives. This study discusses: (1) the planning of the implementation of a deep learning approach based on critical reflection, (2) the implementation process, and (3) the evaluation of the implementation. The study aims to describe the implementation of a deep learning approach based on critical reflection in Pancasila Education to develop the critical reasoning dimension of Grade III students at SD Negeri 1 Nyitdah. The theories used in this study were constructivism theory and moral theory. This research employed a qualitative approach with a case study design. The research subjects consisted of the principal, Grade III teacher, and students. Data were collected through observation, interviews, and documentation studies. The data were analyzed using descriptive qualitative analysis through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that: (1) the planning stage was carried out through meaningful learning activities, learning instruments, and reflective evaluation design; (2) the implementation stage was conducted through discussions, scaffolding, and critical reflection that encouraged active student participation; and (3) the evaluation emphasized the thinking process and indicated the development of students’ critical reasoning in expressing opinions, providing reasons, and relating learning to daily life. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya implementasi pembelajaran mendalam dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar, sehingga pengembangan dimensi penalaran kritis peserta didik belum terlaksana secara maksimal. Pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru dan berorientasi pada hafalan sehingga nilai-nilai Pancasila belum terinternalisasi secara optimal dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Penelitian ini membahas: (1) perencanaan implementasi pendekatan pembelajaran mendalam berbasis refleksi kritis, (2) pelaksanaan implementasi pembelajaran, dan (3) evaluasi implementasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan pembelajaran mendalam berbasis refleksi kritis dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk mengembangkan dimensi penalaran kritis peserta didik kelas III SD Negeri 1 Nyitdah. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah teori konstruktivisme dan teori moral. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas III, dan peserta didik. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan implementasi pembelajaran telah disusun melalui perancangan aktivitas pembelajaran bermakna, perangkat pembelajaran, dan evaluasi reflektif; (2) pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui diskusi, scaffolding, serta refleksi kritis yang mendorong partisipasi aktif peserta didik; dan (3) evaluasi pembelajaran menekankan proses berpikir serta menunjukkan perkembangan penalaran kritis peserta didik dalam mengemukakan pendapat, memberikan alasan, dan menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.