Metode kromatografi lapis tipis (KLT) digunakan untuk menganalisis senyawa-senyawa aktif dalam sejumlah tumbuhan. Kromatografi Lapis Tipis (KLT) digunakan untuk memantau ekstrak simplisia tanaman obat untuk mengetahui jumlah bahan kimia aktif yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu, KLT adalah alat penting untuk menilai kualitas dan keaslian ekstrak simplisia tumbuhan obat, dan membantu penelitian dan pengembangan obat yang lebih lanjut. Metode ini membantu dalam mengidentifikasi profil senyawa aktif dalam tumbuhan obat. Metode ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pembuatan obat herbal baru. Jumlah bahan kimia aktif dalam tanaman obat dipengaruhi oleh jenis tanaman, bagian yang digunakan, dan metode ekstraksi. Metode KLT memungkinkan pemantauan ekstrak simplisia dengan menempatkan ekstrak pada lempeng KLT, kemudian dielusi dengan eluen tertentu, sebelum lempeng KLT diaktifkan terlebih dahulu. Dengan perbandingan, campuran kloform dan etanol digunakan sebagai eluen (24:1). Hasil penelitian dengan KLT pada ekstrak etil asetat biji kopi hijau (Coffea canephora var. Robusta) menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat kopi hijau tersebut mengandung flavonoid, terpenoid/steroid, dan alkaloid. Selain itu, diperoleh nilai Rf 0,8 cm, 0,7 cm, dan 0,5 cm, masing-masing memenuhi persyaratan nilai Rf 0,2 hingga 0,8 cm.
Copyrights © 2024