Penanganan masalah sampah telah menjadi prioritas utama di wilayah perkotaan, mengingat akumulasi sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan populasi manusia yang pesat. Indonesia, dengan populasi lebih dari 250 juta jiwa, menghasilkan rata-rata 151.192 ton sampah setiap hari. Namun, hanya sekitar 24% sampah yang dikelola dengan baik. Sampah tersebut mencakup limbah organik dan nonorganik, yang jika tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan masalah lingkungan, kesehatan, dan sosial. Salah satu pendekatan untuk mengatasi masalah ini adalah melalui pendirian bank sampah untuk sampak anorganik serta pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos cair, yang bertujuan untuk mengurangi volume sampah dan menciptakan ekonomi berkelanjutan dari limbah sampah. Penelitian ini mengaktifkan pengelolaan Bank Sampah dan pembuatan pupuk kompos cair oleh Ibu-ibu warga di desa Pandankrajan Mojokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang didukung dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengumpulan data dan identifikasi masalah. Hasilnya menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pembuatan pupuk kompos cair dari sampah rumah tangga serta mengaktifkan kembali pengelolaan bank sampah di desa tersebut. Keberhasilan program ini memberikan harapan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui manajemen sampah yang berkelanjutan dan pendekatan ekonomi lokal yang inklusif.
Copyrights © 2024