JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah
Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues

Ulama Mandailing dan Terbentuknya Jaringan Pesantren di Sumatera Utara

Musa, Faisal (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2023

Abstract

Abstract: The pilgrimage phenomenon of the Indonesian Muslim community began to be significant since the 17th century. Interestingly, there are many Indonesian students who do not only go on pilgrimage but also to gain knowledge from their main source in Harāmaīn. The students who study at Harāmaīn come not only from Java, but also from North Sumatra, especially from the Southern Tapanuli area. Apart from being active in developing Islam, many of the ulema or talib al-'ilmi who have returned to the archipelago have taken the initiative to develop Islamic boarding schools. Among them, the one who is best known as a cleric as well as a kyai leader of a pesantren is Syekh Mustafa Husein al-Mandily (1886-1955). Apart from being preachers and professionals in various fields, not a few alumni of these pesantren have gone on to become the founding kyai and caretakers of the pesantren. Until this research was conducted, no less than 40 Islamic boarding schools in this area were founded by alumni of Musthafawiyah Purbabaru, and hundreds of others were located outside of South Tapanuli or North Sumatra. And what's interesting is that there are not a few Musthafawiyah alumni of the pesantren that still preserve the traditions and culture of the Musthafawiyah pesantren which was founded by Syekh Musthafa Husein since 1912. Abstrak: Fenoma berhaji masyarakat Islam Nusantara mulai signifikan sejak abad ke-17. Yang menarik, banyak santri Nusantara yang tidak hanya sekedar berhaji tetapi juga untuk menimba ilmu dari sumber utamanya di Harāmaīn. Para santri yang menuntut ilmu di Harāmaīn tidak hanya berasal dari Jawa, tetapi juga dari Sumatera Utara, termasuk dari daerah  Tapanuli Bagian Selatan. Selain aktif untuk mengembangkan Islam, para ulama atau thalib al-‘ilmi yang telah kembali ke Nusantara banyak yang kemudian berinisiatif untuk mendirikan lembaga pendidikan pesantren. Diantaranya yang paling dikenal sebagai ulama sekaligus kyai pemimpin pesantren adalah Syekh Musthafa Husein al-Mandily (1886-1955). Atas upaya dan kerja kerasnya, pesantren yang didirikannya yakni Musthafawiyah Purbabaru telah menjadi pusat jaringan pesantren di Sumatera Utara dan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel khususnya). Hingga penelitian ini dilakukan, tidak kurang dari 40 pesantren di daerah ini yang didirikan oleh alumni Musthafawiyah Purbabaru, dan ratusan lainnya berada di luar Tapanuli Bagian Selatan atau Sumatera Utara. Dan yang menarik, pesantren-pesantren dirian alumni Musthafawiyah tidak sedikit yang masih melestarikan tradisi dan budaya pesantren Musthafawiyah yang didirikan oleh Syekh Musthafa Husein sejak tahun 1912 yang lalu

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

sejarah

Publisher

Subject

Humanities Education Social Sciences

Description

The journal publishes writings on (1) History Education; (2) History of Education; (3) Social Sciences; (4) Social Sciences Education; (5) Sociology Education; (6) Economi; (7) Social Economi; (8) Law, (9) History of Military; (10) Philosophy of History; (11) Historiography; (12) Humanities; (13) ...