Limbah plastik merupakan limbah yang sangat sulit terurai, hal ini seringkali menimbulkan pencemaran lingkungan. Limbah plastik tersebut mempunyai berat yang ringan dan tidak mudah berubah bentuk. Dalam penelitian ini digunakan limbah plastik High Density Polyethylene (HDPE) dan Sikafume. Polyethylene dihasilkan dari proses polimerisasi molekul-molekul gas ethylene secara bersama-sama membentuk rangkaian panjang molekul sampai menjadi bentuk plastik (polimer). Dalam penelitian ini ada dua hal pendekatan yang di lakukan adalah pendekatan kuantitatif sebagai bahan untuk pengambilan data data di tempat penelitian tersebut. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan diatas penggunaan HDPE dan sikafume hanya bisa digunakan pada penambahan HDPE 3% dan sikafume 3%, bahan tambah ini mampu digunakan pada konstruksi beton dan tidak disyaratkan pada mutu beton ringan dikarenakan nilai antara kuat tekan beton normal dan penambahan HDPE memiliki selisih 1,29 MPa. Semakin besar penambahan HDPE dan Sikafume,maka semakin kecil nilai kuat tekan yang di hasilkan. Pada beton normal tanpa menggunakna bahan tambah di umur 28 hari telah memenuhi kuat tekan rencana 20 MPa, dengan nilai kuat tekan yang di peroleh 20,65 MPa. Pada penambahan 3% hdpe dan sikafume 3% di umur 28 hari telah memenuhi kuat tekan rencana yaitu 20 mpa dengan di peroleh hasil pengujian 21,94 MPa. Dengan menggunakan penambahan limbah plastik hdpe 6% dan sikafume 6% di umur 28 hari, nilai kuat tekan yang di hasilkan semakin menurun dan tidak memenuhi kuat tekan rencana 20 MPa dengan hasi yang di peroleh pada umur 28 hari dengan diperoleh nilai 19,1 MPa. Pada umur 28 hari dengan menggunakan penambahan limbah plastik hdpe 9% dan sikafume 9%, nilai kuat tekan yang di hasilkan semakin menurun dan tidak memenuhi nilai kuat tekan rencana 20 MPa, dengan hasil yang di peroleh pada umur 28 hari dengan nilai 16,25 MPa.
Copyrights © 2024