Sambungan antar material dengan menggunakan perekat telah terbukti dapat menggantikan sambungan konvensional yang layak diberbagai industri misalnya, otomotif, penerbangan, kelautan, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan perekat campuran epoksi-lateks terhadap kekuatan tarik sambungan tumpang tunggal antara aluminium dan komposit berpenguat serat sabut kelapa. Sambungan tumpang tunggal dibuat dengan menyambungkan aluminium 5083 dan komposit berukuran 100 x 25 x 2 mm dengan menggunakan perekat campuran epoksi-getah karet dengan variasi komposisi 92% EP: 8% GK, 88% EP: 12% GK, dan 84% EP: 16% GK (berat). Ketebalan perekat yang diaplikasikan adalah 0,2 mm. Kekasaran permukaan akan menggunakan amplas #60. Sambungan tumpang tunggal kemudian diuji kekuatan tarik gesernya dengan acuan ASTM D1002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perekat campuran epoksi-getah karet dapat meningkatkan kekuatan tarik sambungan tumpang tunggal aluminium-komposit. Kekuatan tarik tertinggi dicapai pada komposisi perekat campuran 84% EP: 16% GK, yaitu sebesar 0,89 MPa. Elongasi dan modulus elastisitas juga meningkat seiring dengan penambahan komposisi getah karet. Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan keuletan dan penurunan kerapuhan dari perekat campuran epoksi-getah karet. Hasil pengamatan makro mode kegagalan yang dialami sambungan tumpang tunggal yaitu, thin layer cohesive failure dan two stage failure mode.
Copyrights © 2024