Berbagai cara dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, mulai dari perubahan kurikulum, namun implemensasinya masih kurang optimal. Selain itu penelitian tentang kemampuan berpikir keratif telah banyak dilakukan oleh penelitian sebelumnya, tetapi rata-rata hasilnya belum optimal, karena kurangnya pemahaman tentang profil kemampuan berpikir kreatif anak. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jumlah sampel. 20 anak menggunakan teknik total sampling. Rubrik penilaian kemampuan berpikir kreatif. Digunakan sebagai instrumen penelitian, kemudian dianalisis menggunakan rumus persentase. Hasil temuan diperoleh rata-rata kemampuan berpikir kreatif anak sebesar 39% pada kriteria kurang. Sedangkan rata-rata persentase pada setiap indikator meliputi indikator kelancaran sebesar 31% pada kriteria kurang, indikator fleksibilitas sebesar 44% pada kriteria cukup, indikator orisinalitas sebesar 38% pada kriteria kurang, dan indikator elaborasi sebesar 39% pada kriteria kurang, sehingga dapat disimpulkan bahwa profil kemampuan berpikir kreatif anak masih tergolong rendah, sehingga perlu perhatian serius mengingat rendahnya persentase kemampuan berpikir kreatif anak.
Copyrights © 2023