Pendidikan Islam dalam keluarga merupakan aspek penting dalam pembentukan identitas agama dan karakter anak-anak dalam masyarakat Muslim. Hal ini terutama relevan dalam konteks masyarakat kelas menengah ke bawah Muslim Tarakan yang berada di lingkungan Madrasah Aliyah Hurrasul Aqidah. Pendidikan Islam dalam keluarga bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan suatu elemen kunci dalam upaya membangun kehidupan Islam yang komprehensif dan memperkuat nilai-nilai Islam dalam diri anak-anak. Tujuan penelitian adalah untuk memahami peran vital manajemen pendidikan Islam dalam keluarga, khususnya di antara masyarakat kelas menengah ke bawah Muslim Tarakan di Madrasah Aliyah Hurrasul Aqidah, dalam membentuk kehidupan Islam yang komprehensif dan membangun karakter anak yang berakar dalam nilai-nilai Islam. Pengumpulan data dilaksanakan melalui berbagai metode, termasuk pengamatan, wawancara terstruktur dan tak terstruktur, serta pengumpulan dokumen. Proses analisis data melibatkan tahapan reduksi data, penyajian data, formulasi kesimpulan, dan validasi. Kelompok subjek dalam penelitian ini terdiri dari masyarakat kelas menengah ke bawah yang beragama Islam dan memiliki anak yang bersekolah di Madrasah Aliyah Hurrasul Aqidah Tarakan, Pegawai Administrasi Sekolah, serta Wali Kelas X. Sedangkan, fokus penelitian adalah manajemen pendidikan Islam dalam lingkungan keluarga para wali siswa. Pertama, masyarakat kelas menengah ke bawah Muslim Tarakan di Madrasah Aliyah Hurrasul Aqidah menganggap manajemen pendidikan Islam dalam keluarga sebagai unsur yang sangat esensial dan memainkan peran sentral dalam mewujudkan gaya hidup Islam yang komprehensif dan membentuk kepribadian anak yang bersentuhan dengan nilai-nilai Islami. Model manajemen pendidikan Islam dalam keluarga di kalangan masyarakat ini melibatkan interaksi yang intensif antara orang tua dan anak, dengan proses pendidikan Islam yang menyeluruh. Kedua, penelitian juga mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi proses manajemen pendidikan Islam dalam keluarga, yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu faktor internal, yang meliputi peran orang tua dan karakteristik anak, serta faktor eksternal yang mencakup keluarga non-inti, lingkungan keluarga, masyarakat sekitar, dan ketersediaan fasilitas.
Copyrights © 2023