Masalah utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas VIIIA di MTs Alkhairat Luwuk pada materi kubus. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya perhatian pada proses pembelajaran, malu bertanya pada guru, serta kurangnya latihan dalam menyelesaikan soal sehingga siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan materi segitiga. Maka untuk mengatasinya, dilakukanlah penelitian tindakan kelas. Peningkatan hasil belajar siswa dari 58,69% pada siklus I menjadi 89,78% pada siklus II. Peningkatan hasil observasi siswa dari 66,67% pada sikus I, menjadi 96,36% pada siklus II. Peningkatan hasil observasi guru dari 71,67% pada sikus I menjadi 98,81% pada siklus II. Indikator keberhasilan disetiap siklus mengacu pada keberhasilan proses pembelajaran mencapai 85%, keberhasilan observasi guru maupun respon siswa mencapai lebih dari atau sama dengan 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator keberhasilan pada pelaksanaan siklus 1 belum tercapai. Melalui refleksi dilakukan peninjauan kembali penerapan model pembelajaran Improve kemudian melanjutkan tindakan ke siklus 2. Dimana indikator keberhasilan dapat tercapai pada siklus 2. Hal ini menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Improve pada materi bangun ruang dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIIIA di MTs Alkhairat Luwuk.
Copyrights © 2024