Journal of Religious and Socio-Cultural
Vol 5 No 1 (2024): Journal of Religious and Socio-Cultural Vol.5 No.1 (April 2024)

Moralitas dalam Eksposisi Kejadian 2:18-24:: Implikasinya Bagi LGBT di Masyarakat Masa Kini

Tandana, Ester Agustini (Unknown)



Article Info

Publish Date
16 Apr 2024

Abstract

Love is a central tenet of Christian ethics when it comes to moral absolutes. Indeed, what happens in our efforts to practice morals shows up in our reflections on the nature of morals as well. We are vulnerable to the temptation to reduce the biblical understanding of the rich moral meaning to its "outer shell alone, its echoes voiced most to express mercy in matters set forth by contemporary culture. We must dig deeper than the power of feelings. Passionate feelings of love cannot be equated with moral absolutes and cannot determine whether a person's sexuality is what it is. The ultimate authority to inform and control the desires of our hearts should rest with the Creator Himself. The modern phenomenon that occurs in the modern world cannot be considered as a so-called human right only, but this reality needs to be reviewed from what was raised in the exposition of Genesis 2. The LGBT phenomenon does not mean that people need to stay away and despise, but rather accept their humanity as humanity. This provides an opportunity for God to work in mankind's struggles. This study uses qualitative research that looks at the LGBT phenomenon in today's society. This phenomenon is then studied in previous research through literature, books, and journals to obtain research conclusions. Kasih merupakan prinsip utama yang berada di pusat etika Kristen ketika berbicara moral absolut. Sesungguhnya yang terjadi dalam usaha kita untuk mempraktikkan moral muncul dalam refleksi kita tentang sifat moral juga. Diri kita rentan terhadap godaan untuk mengurangi pemahaman alkitabiah tentang makna moral yang kaya hanya pada “cangkang luarnya saja, gemanya paling banyak disuarakan untuk menyatakan belas kasihan dalam hal-hal yang dituangkan oleh budaya kontemporer. Kita harus menggali lebih dalam daripada kekuatan perasaan. Perasaan kasih yang menggebu-gebu tidak dapat disamakan dengan moral absolut dan tidak dapat menentukan apakah seksualitas seseorang tersebut memang kenyataannya seperti itu. Otoritas tertinggi untuk menginformasikan dan mengendalikan keinginan hati kita seharusnya ada pada Sang Pencipta sendiri. Fenomena LGBT yang terjadi di dunia modern ini tidak dapat dianggap sebagai hal yang disebut sebagai hak asasi manusia saja melainkan kenyataan ini perlu ditinjau dari apa yang diangkat dalam eksposisi Kejadian 2. Fenomena LGBT bukan berarti orang perlu menjauhi dan menganggap hina, melainkan menerima kemanusiaan mereka sebagai umat manusia. Hal ini memberikan kesempatan bagi Tuhan untuk bekerja dalam pergumulan umat manusia. Penelitian ini memakai penelitian kualitatif yang melihat fenomena LGBT dalam masyarakat sekarang ini. Fenomena ini kemudian dikaji dalam penelitian yang ada sebelumnya lewat literatur, buku-buku, jurnal-jurnal sehingga mendapatkan kesimpulan penelitian.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

jrsc

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Other

Description

Journal of Religious and Socio-Cultural is a peer-reviewed journal which is published by Widya Agape School of Theology incorporate with the scholars association: Indonesia Christian Theologians Association (ICTA) publishes biannually in May and November. This Journal publishes current original ...