Artikel ini menganalisis cerpen “Kartu Pos dari Surga” karya Agus Noor dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Cerpen merupakan karya fiksi yang menceritakan pengalaman tokoh secara ringkas dan jelas. Cerita tersusun atas beberapa unsur, antara lain alur, latar, penokohan, sudut pandang, gaya, dan tema. Tema cerita adalah kejujuran, seperti yang ditunjukkan oleh kejujuran Marwan kepada putrinya Bening tentang kematian ibunya. Plot ceritanya merupakan campuran gerakan maju dan mundur, dengan Bening menunggu kartu pos dari ibunya dan Marwan menyembunyikan kebenaran darinya. Latar ceritanya adalah masyarakat modern, dengan referensi ponsel dan teknologi modern lainnya. Sudut pandang cerita adalah orang pertama tunggal, dengan Bening sebagai tokoh utama. Gaya ceritanya adalah bahasa kiasan, dengan penggunaan simbol dan metafora. Pesan dari cerita ini adalah jangan pernah menyembunyikan kebenaran, karena pada akhirnya akan terungkap. Pengarangnya, Agus Noor, merupakan sastrawan ternama yang banyak menulis cerpen, prosa, dan sandiwara panggung. Ia dikenal karena gaya kritisnya dan pernah tampil di program televisi. Secara keseluruhan, “Kartu Pos dari Surga” adalah sebuah cerita pendek yang dikarang dengan baik dan menggunakan berbagai unsur sastra untuk menyampaikan pesannya.
Copyrights © 2024