Manusia beradaptasi dengan kenyamanan fisik berupa kenyamanan termal, baik dalam perubahan temperatur. Kenyamanan pengguna menjadi hal penting dalam perancangan ruang, khususnya ruang publik. Ruang publik Stasiun Binjai salah satu area publik transit di mana banyak orang akan melakukan perjalanan. Studi ini menganalisis tingkat kenyamanan termal pada ruang publik Stasiun Binjai (zona A dan zona B) dengan menggunakan teknik observasi dan pengukuran lapangan dengan memperhitungkan Predicted Mean Vote (PMV) dan Predicted Percentage of Dissatisfied (PPD), dengan sampel kuestioner pada 178 responden pada enam waktu yang berbeda. Pengukuran yang dilakukan berada pada “nyaman optimal ambang batas†berdasarkan standar ASHRAE 55-2017. Pengolahan data pada studi ini menggunakan software CBE Thermal Comfort Tool, menghasilkan nilai rata-rata PMV zona A -0,09 dan nilai PPD 5% dan zona B dengan PMV -0,01. Nilai PMV dan PPD pada zona A dan B menunjukkan bahwa belum mampu mencapai kondisi ruang termal yang optimal pada pengguna, karena berada pada kategori +1 dengan sensasi slighty warm.
Copyrights © 2024