Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi pelayanan kesehatan dengan resiliensi pada masyarakat pasca pandemi COVID-19 di kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif korelasional. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode convenience sampling dengan total responden 275 orang masyarakat Surabaya. Instrumen alat ukur skala resiliensi terdiri dari 25 aitem yang diadaptasi dari Wagnild and Young (1993) dan skala pelayanan kesehatan terdiri dari 35 aitem yang disusun oleh peneliti berdasarkan teori Parasuraman (1988). Analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment dengan baantuan program komputer Statistical Product and Service Solution versi 24 untuk Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi pelayanan kesehatan dengan resiliensi. Artinya, semakin tinggi pelayanan kesehatan maka semakin tinggi pula resiliensi masyarakat. Sebaliknya, semakin rendah pelayanan kesehatan maka semakin rendah pula resiliensi masyarakat.
Copyrights © 2023