PkM ini dilatar belakangi melihat kondisi di wisata sungai bakau yang perlu dikelola salah satunya abrasi dipantai sehingga perlu adanya tindakan yang tepat untuk mengatasinya dikarenakan jarak antara pantai dengan pemukiman semakin mendekat. Tujuan Pengabdian ini untuk mendeskripsikan usaha yang dilakukan untuk mengelola wisata sungai bakau dengan sistem konservasi mangrove. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang digunakan adalah dengan pola kerjasama dengan komunitas penggiat mangrove untuk melakukan penanaman mangrove secara rutin dan berkelanjutan baik dari unsur pemerintah, masyarakat dan Mahasiswa. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa konservasi mengrove telah berhasil menanam 4.000 bibit pada tahap pertama dan sebanyak 7.000 bibit pada tahp kedua, sehingga selain melindungi pantai dari abrasi, menjaga hutan mangrove juga membantu sebagai penghalang alami dan penyaring alamiah seperti pengelolaan hutan mangrove telah terbukti efektif dalam melindungi pantai dari abrasi dan mendukung beragam spesies, berdasarkan pandangan masyarakat pesisir Sungai Bakau.
Copyrights © 2024