Artikel ini bermaksud mengulas potensi agromaritim dalam lingkup budidaya perikanan, perikanan tangkap dan pengolahan hasil perikanan di Kota Batam dimana Pulau Rempang berada. Potensi tersebut baru sebagian kecil yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Tulisan ini diharapkan dapat selaras dan memberi perspektif baru terhadap Program Strategi Nasional (PSN), atau menjadi alternatif program pembangunan lainnya jika PSN ditangguhkan. Sektor agromaritim Kota Batam mempunyai potensi ekonomi yang tinggi. Dari budidaya perikanan saja, potensi ekonominya diperkirakan mencapai Rp 2,62 triliun/tahun yang bersumber dari produksi budidaya laut, budidaya air payau, dan budidaya air tawar. Potensi pengembangan tersebut dihadapkan pada permasalahan dan permasalahan kapasitas sumber daya manusia (pembudidaya ikan) dan kelembagaan, ketersediaan input produksi khususnya pakan dan benih pada waktu yang tepat, kuantitas yang tepat, kualitas yang tepat, dan harga yang tepat (4T), serta penurunan kualitas air akibat pembangunan industri fisik. Rekomendasi kepada Pemerintah Kota Batam agar memprioritaskan pengembangan industri agromaritim khususnya budidaya perikanan, perikanan tangkap, dan pengolahan hasil perikanan. Sektor ini lebih sesuai dengan sosial budaya masyarakat setempat dan dinilai lebih berkelanjutan, selain memberikan kontribusi ekonomi yang sangat tinggi. Sektor ini diyakini mampu memberikan kesejahteraan kepada masyarakat dan pendapatan finansial bagi pemerintah kota dan pemerintah pusat.
Copyrights © 2024