Dampak negatif apabila individu tidak memiliki resiliensi yang kuat akan menyababkan kondisi psikologis yang tidak nyaman. Kondisi tersebut meliputi ganguan mental individu dengan susah untuk fokus atau konsentrasi, mengalami ketidakpuasaan, sudah mengambil kebijakan hingga tidak bisa memecahkan masalah. Sebagai langkah preventif untuk mencegah adanya resiliensi yang rendah, konselor di sekolah dapat menggunakan setting bimbingan kelompok. Teknik bimbingan yang diadopsi dari teori barat dianggap tidak sesuai dengan kondisi di indonesia yang erat dengan kebudayaan yang khas. Metode penelitian ini menggunakan Sistematic Literature Review yang bertujuan untuk mengkaji dan menggabarkan bagaimana nilai nilai parebhasan asapo’ angen abhantal omba’ (berselimut angin berbantal ombak) menjadi muatan nilai budaya pada teknik diskusi bimbingan kelompok untuk mengembangkan resiliensi siswa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa nilai-nilai peribahasan asapo’ angen abhantal omba’ dapat digunakan sebagai teknik dalam bimbingan kelompok untuk mengembangkan resiliensi siswa.
Copyrights © 2023