Candi Borobudur, Warisan Dunia UNESCO di Jawa Tengah, Indonesia, menghadapi tantangan dalam pelestarian nilai sejarah dan budayanya. Candi Borobudur terdiri dari sembilan tingkat berstruktur batu, tiga tingkat bawah persegi dan enam atas melingkar, dihiasi relief yang menggambarkan kisah Buddha dan ajarannya. Penelitian ini menyoroti tiga fenomena: pertama, keterbatasan akses pada narasi relief Candi Borobudur; kedua, penggunaan teknologi, seperti aplikasi untuk platform android, untuk pelestarian warisan budaya; dan ketiga, pentingnya pendidikan dan promosi warisan budaya, termasuk pengembangan aplikasi untuk pemahaman narasi visual relief candi. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode fenomenologi, dengan teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Tujuannya adalah untuk memperkaya pemahaman publik dan memastikan keberlanjutan warisan budaya dengan mengembangkan teknologi yang membantu pengunjung dalam bentuk aplikasi. Platform android dikembangkan untuk memberikan informasi narasi visual relief candi, sehingga dapat meningkatkan pengalaman pendidikan bagi pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan peran signifikan teknologi, khususnya aplikasi berbasis Android, dalam pelestarian dan pendidikan. Platform android dapat digunakan untuk membaca relief menggunakan media qr code untuk menmpilkan media yang berisi mengenai informasi relief. Ini membantu dalam preservasi candi dan meningkatkan kesadaran serta apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya. Penelitian ini menegaskan bahwa teknologi, khususnya platform android, dapat menjadi alat efektif dalam mendukung pelestarian dan pemahaman warisan budaya bagi generasi mendatang, menjadikan Candi Borobudur sumber pembelajaran dan inspirasi yang berkelanjutan.
Copyrights © 2024