Journal of Sciencce Technology and Visual Culture
Vol 2 No 1 (2022): Maret 2022

REDUKSI SELEKTIF UNTUK NIKEL LATERIT MENGGUNAKAN NATRIUM KLORIDA DAN ARANG CANGKANG SAWIT DILANJUTKAN DENGAN PEMISAHAN MAGNETIK

Hafid Zul Hakim (Institut Teknologi Sumatera)
Edy Sanwani (Program Magister Teknik Metalurgi - Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganeca No.10 Bandung, Jawa Barat)
Yuliana Sari (Balai Penelitian Teknologi Mineral, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Lampung. Jl. Ir. Sutami, Serdang Tanjung Bintang Kab. Lampung Selatan, Lampung)
Fajar Nurjaman (Balai Penelitian Teknologi Mineral, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Lampung. Jl. Ir. Sutami, Serdang Tanjung Bintang Kab. Lampung Selatan, Lampung)



Article Info

Publish Date
15 Jun 2022

Abstract

Teknik pengolahan bijih nikel laterit melalui metode pirometalurgi masih terus dikembangkan untuk menghasilkan produk ferronikel kadar tinggi dengan konsumsi energi rendah. Salah satu metode tersebut adalah reduksi selektif yang dilanjutkan dengan pemisahan magnet. Umumnya metode ini menggunakan batubara sebagai reduktor, namun karena batubara merupakan sumber energi tidak terbarukan serta tidak ramah lingkungan, maka perlu dicari reduktor alternatif, salah satunya adalah biomassa berupa arang cangkang sawit. Penelitian ini mempelajari pengaruh fraksi ukuran bijih nikel laterit dan kuat medan magnet dalam proses reduksi bijih nikel laterit menggunakan aditif NaCl dan reduktor arang cangkang sawit. Aditif NaCl sebanyak 10% berat dan reduktor arang cangkang sawit sebanyak 5% berat ditambahkan ke bijih nikel laterit (dengan variasi ukuran -60+80#, -80+100#, dan -100#). Ketiga material tersebut dibentuk menjadi pellet berukuran diameter 10-15 mm. Pellet tersebut direduksi pada temperatur 950˚C, 1050˚C, dan 1150˚C menggunakan muffle furnace selama 60 menit. Selanjutnya pellet yang telah direduksi tersebut dilakukan pemisahan magnetik secara basah (menggunakan variasi kuat medan magnet 500G, 1000G, dan 1500G) untuk memperoleh konsentrat feronikel (magnetik) dan tailing (non-magnetik). Hasil penelitian memperoleh bahwa kadar nikel yang tinggi (2,9%) dihasilkan pada kondisi temperatur reduksi tinggi (1150 ˚C), ukuran partikel bijih nikel laterit -60+80#, dan kuat medan magnet 1000G.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

jstvc

Publisher

Subject

Arts Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Control & Systems Engineering Engineering

Description

Journal of Science, Technology, and Visual Culture adalah sebuah jurnal yang bersifat Open Access sebagai media publikasi ilmiah bagi peneliti, dosen, mahasiswa, dan akademisi untuk menyampaikan buah pikiran dan hasil penelitiannya yang berkualitas pada bidang yang digeluti, antara lain: Renewable ...