Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa pada muatan IPS di kelas V SDN Semangat Dalam 1 Barito Kuala. Hal ini disebabkan pembelajaran bersifat satu arah, siswa kurang aktif dan antusias dalam pemecahan masalah dan tidak menggunakan model pembelajaran bervariasi. Upaya untuk mengatasinya dengan menggunakan model PELITA. Tujuan Penelitian adalah untuk menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus yaitu empat kali pertemuan yang berjumlah 31, orang pada semester II tahun ajaran 2023/2024. Pendekatan dilakukan dengan pendekatan kualitatif, Data diperoleh melalui hasil observasi terhadap keterampilan berpikir kritis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan hasil menunjukkan adanya peningkatan dari berbagai segi aspek keterampilan berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis pada pertemuan I masih 42% meningkat pada pertemuan IV menjadi 90% dengan kriteria hampir seluruh siswa sangat terampil. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pada pembelajaran IPS menggunakan model PELITA dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.
Copyrights © 2024