Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi dengan informan kunci di Kecamatan Dolok Pardamean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor sosiolinguistik memengaruhi munculnya kedwibahasaan di Kecamatan Dolok Pardamean, seperti kontak bahasa, interaksi sosial, kebijakan bahasa, identitas budaya, nilai-nilai sosial, ekonomi, dan politik. Fenomena kedwibahasaan memiliki dampak positif dan negatif terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Dampak positifnya, masyarakat dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan lebih mudah dengan orang lain dari suku yang berbeda. Sedangkan dampak negatifnya, dikhawatirkan dapat menyebabkan pergeseran bahasa dan hilangnya identitas budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika bahasa di wilayah perbatasan dan menawarkan solusi untuk menjaga kelestarian Bahasa Simalungun dan Toba.
Copyrights © 2024