Penelitian ini membandingkan model pembelajaran Resik (realistik setting kooperatif) dengan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) dalam konteks hasil dan minat belajar matematika siswa kelas V SD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil dan minat belajar matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran resik dan model pembelajaran PBL. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian quasy eksperimental dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas V SD yang terdiri dari 10 sekolah, dengan jumlah total siswa sebanyak 317 orang. Sampel penelitian terdiri dari 56 siswa kelas V yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Hasil penelitian berdasarkan analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar matematika pada model pembelajaran resik adalah 84,64, sedangkan pada model pembelajaran PBL mencapai 79,46. Selain itu, rata-rata minat belajar matematika pada model pembelajaran resik adalah 85,89, sedangkan pada model pembelajaran PBL mencapai 81,82. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa model pembelajaran resik memiliki pengaruh yang lebih signifikan terhadap hasil dan minat belajar matematika siswa kelas V SD, dengan nilai Sig. 0,006 < 0,05 berdasarkan uji manova. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran resik dapat memberikan kontribusi yang positif dalam meningkatkan hasil belajar dan minat belajar matematika siswa kelas V SD.
Copyrights © 2023