Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dalam pembiasaan membaca di SMPN 4 Sidoarjo. Masalah difokuskan pada SMPN 4 Sidoarjo telah mendapatkan beberapa penghargaan dan prestasi dalam pelaksanaan budaya literasi sekolah namun masih ditemukan beberapa permasalahan dalam praktiknya. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori dari Edwards III yang menggambarkan 4 indikator faktor kritis yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan implementasi kebijakan publik yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualiatif dengan pendekatan deskriptif. Data-data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kebijakan GLS telah diimplementasikan dengan baik, walaupun terdapat beberapa kendala akan tetapi hal tersebut tidak mengganggu proses implementasi GLS di SMPN 4 Sidoarjo secara keseluruhan dan dapat diatasi dengan baik. Keberadaan kebijakan GLS didukung dengan adanya komitmen penuh dari SMPN 4 Sidoarjo sebagai pemangku kepentingan melalui pengembangan perpustakaan sekolah dengan memperhatikan koleksi bahan bacaan yang bersifat edukatif, informatif, dan sekaligus rekreatif serta inovasi program Calisline dan Gerliterlis yang telah menghasilkan berbagai prestasi dalam bidang literasi.
Copyrights © 2024