Indonesia telah menduduki peringkat teratas dalam kebocoran data di dunia dalam beberapa tahun terakhir, menurut sebuah studi oleh perusahaan keamanan siber Belanda, Surfshark. Artikel ini membahas pembandingan strategi dan kebijakan siber Indonesia terhadap praktik terbaik dengan menggunakan pendekatan Oxford University Capacity Maturity Model (CMM). Dalam tulisan ini, penulis mengambil dimensi budaya dan sosial dari CMM menjadi daya tarik utama dalam tulisan ini. Makalah ini memberikan rekomendasi tentang kesenjangan antara strategi kebijakan dan kerangka kerja CMM dalam mencapai tingkat Kematangan yang ideal. Tingkat kematangan diukur dalam 5 tingkat kematangan mulai, formatif, mapan, strategis, dinamis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara informan kunci dengan pemegang kebijakan siber di Indonesia. Pendekatan CMM untuk merumuskan rekomendasi Peta Jalan Ketahanan Siber yang ideal selanjutnya dijelaskan dalam dimensi budaya dan kemasyarakatan ketahanan siber yang berkembang di Indonesia. Tulisan ini merekomendasikan bahwa kerja sama antara pemerintah dan swasta yang terstruktur dan didukung tata kelola siber yang baik sangat diperlukan dalam menjaga dan mengembangkan keamanan siber.
Copyrights © 2024