Latar Belakang: Demam thypoid adalah infeksi sistemik yang disebabkan oleh Salmonella typhi, biasanya disebabakan oleh makanan atau air yang terkontaminasi. Badan Kesehatan Dunia World Health Organization (WHO) memperkirakan jumlah kasus demam typhoid di seluruh dunia mencapai 11 – 21 juta dengan 128 – 160 ribu kematian tiap tahunnya. Mayoritas kasus terjadi di Asia Selatan / Tenggara, dan Afrika (WHO, 2018). Kejadian demam typhoid yang dilaporkan di Indonesia adalah 81,7% 100.000 penduduk (2-4 tahun), 180,3 / 100.000 (5-15 tahun) dan 51,2 / 100.000 (≥16 tahun). Data kasus typhoid di Puskesmas Cariu pada tahun 2019 Rawat Inap Berjumlah 485 orang. Tujuan: Tujuan Penelitian ini untuk untuk mengetahui hubungan antara personal hygine dengan kejadian demam typhoid di Puskesmas Cariu. Metode: Jenis penelitian yang digunakan metode survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu studi yang sifatnya mengambil sampel waktu, sampel perilaku, sampel kejadian pada suatu saat tertentu saja. Hasil: Penelitian Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang hubungan personal hygine dengan kejadian demam typhoid di wilayah kerja Puskesmas Cariu yang dilakukan terhadap 70 responden di wilayah kerja Puskesmas Cariu didapat hasil sebagai berikut Karakteristik personal hygiene, responden menunjukan baik sebanyak 38 orang (53,6%) dan buruk sebanyak 32 orang (46,4%). Tidak adanya hubungan antara kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dengan kejadian demem tifoid di wilayah kerja Puskesmas Cariu karena nilai p-vallue 0.627, OR=1.425 (95%CI = 0.548 – 3.704). adanya hubungan antara kebiasaan mencuci tangan setelah BAB dengan kejadian demam tifoid di wilayah kerja Puskesmas Cariu Kabupaten Bogor karena nilai p-vallue 0.016, OR=3.750 (95%CI=1.383-10.169). Kesimpulan: Lebih dari separuh responden memiliki kebiasaan mencuci tangan sebelum makan 58,6%, memiliki kebiasaan tidak mencuci tangan setalah BAB 58,6% serta memiliki kebiasaan sering jajan diluar rumah sebesar 48,6% (n=70).
Copyrights © 2022