Achmad Fauji
Stikes Bani Saleh Bekasi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GAMBARAN GEJALA PADA PASIEN COVID 19 DI RUMAH SAKIT MARY CILEUNGSI TAHUN 2021 Rista Ristian; Achmad Fauji; Amzal Mortin Andaz; Puji Astuti
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 4 No 01 (2022): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v4i01.2343

Abstract

Latar Belakang: COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh turunan corona virus baru, ‘CO’ diambil dari corona ‘VI’ virus dan ‘D’ disease (penyakit). Tujuan: Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui gambaran gejala covid yang ada di rumah sakit Mary Cileungsi tahun 2021. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional dilakukan pengumpulan data menggunakan data primer melalui lembar screning yang dilakukan terhadap 53 responden. Analisis yang digunakan adalah Univariat. Data univariat ini terjadi atas gambaran gejala pasien covid 19 yang mengalami keluhan demam, batuk, sesak nafas, hilang indra penciuman, sakit tenggorokan, diare, nyeri dada, nyeri otot atau pegal-pegal.. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata pasien yang dirawat di Rumah Sakit Mary mengalami gejala demam sebanyak 37 (69,8%), gejala batuk sebanyak 45 (84,9%), gejala sesak nafas sebanyak 30 (56,6%), gejala hilang indra penciuman sebanyak 34 (64,2%), gejala sakit tenggorokan sebanyak 16 (30,2%), Diare sebanyak 14 (26,4%), gejala nyeri dada 19 (35,8%). Kesimpulan: Dari hasil survey lembar scrining yang dilakukan di Rumah Sakit Mary Cileungsi, pasien yang mengalami kasus covid-19 terkonfirmasi rata-rata mengalami gejala Demam yaitu sebanyak 37 (69,8%) pasien. Pasien yang mengalami gejala Batuk 45 (84,9%) pasien. Pasien yang mengalami gejala Sesak Nafas yaitu sebanyak 30 (56,6%) pasien. Pasien yang mengalami gejala Hilang Indra Penciuman pada kasus covid-19 terkonfirmasi yaitu sebanyak 34 (64,2%) pasien.
GAMBARAN KEBIASAAN MENCUCI TANGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM TYPHOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CARIU KABUPATEN BOGOR TAHUN 2021 Ayi Sumiati; Achmad Fauji; Ashar Prima; Puji Astuti
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 4 No 01 (2022): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v4i01.2345

Abstract

Latar Belakang: Demam thypoid adalah infeksi sistemik yang disebabkan oleh Salmonella typhi, biasanya disebabakan oleh makanan atau air yang terkontaminasi. Badan Kesehatan Dunia World Health Organization (WHO) memperkirakan jumlah kasus demam typhoid di seluruh dunia mencapai 11 – 21 juta dengan 128 – 160 ribu kematian tiap tahunnya. Mayoritas kasus terjadi di Asia Selatan / Tenggara, dan Afrika (WHO, 2018). Kejadian demam typhoid yang dilaporkan di Indonesia adalah 81,7% 100.000 penduduk (2-4 tahun), 180,3 / 100.000 (5-15 tahun) dan 51,2 / 100.000 (≥16 tahun). Data kasus typhoid di Puskesmas Cariu pada tahun 2019 Rawat Inap Berjumlah 485 orang. Tujuan: Tujuan Penelitian ini untuk untuk mengetahui hubungan antara personal hygine dengan kejadian demam typhoid di Puskesmas Cariu. Metode: Jenis penelitian yang digunakan metode survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu studi yang sifatnya mengambil sampel waktu, sampel perilaku, sampel kejadian pada suatu saat tertentu saja. Hasil: Penelitian Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang hubungan personal hygine dengan kejadian demam typhoid di wilayah kerja Puskesmas Cariu yang dilakukan terhadap 70 responden di wilayah kerja Puskesmas Cariu didapat hasil sebagai berikut Karakteristik personal hygiene, responden menunjukan baik sebanyak 38 orang (53,6%) dan buruk sebanyak 32 orang (46,4%). Tidak adanya hubungan antara kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dengan kejadian demem tifoid di wilayah kerja Puskesmas Cariu karena nilai p-vallue 0.627, OR=1.425 (95%CI = 0.548 – 3.704). adanya hubungan antara kebiasaan mencuci tangan setelah BAB dengan kejadian demam tifoid di wilayah kerja Puskesmas Cariu Kabupaten Bogor karena nilai p-vallue 0.016, OR=3.750 (95%CI=1.383-10.169). Kesimpulan: Lebih dari separuh responden memiliki kebiasaan mencuci tangan sebelum makan 58,6%, memiliki kebiasaan tidak mencuci tangan setalah BAB 58,6% serta memiliki kebiasaan sering jajan diluar rumah sebesar 48,6% (n=70).
GAMBARAN SANITASI LINGKUNGAN RUMAH PASIEN TB PARU DI PUSKESMAS TAJUR Kurnaesih Kurnaesih; Achmad Fauji; Hani Fauziah; Puji Astuti
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 4 No 01 (2022): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v4i01.2348

Abstract

Latar Belakang: Sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia. Menurut WHO, sanitasi didefinisikan sebagai pengawasan faktor-faktor dalam lingkungan fisik manusia yang dapat menimbulkan pengaruh yang merugikan terhadap perkembangan jasmani, maka berarti pula suatu usaha untuk menurunkan jumlah penyakit manusia sedemikian rupa sehingga derajat kesehatan yang optimal dapat dicapai. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Sanitasi Lingkungan Rumah Pasien TB Paru di puskesmas Tajur. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif setelah pengumpulan data selesai Pengumpulan data dengan menggunakan data primer melalui kuesioner. Analisis yang digunakan adalah Univariat. Hasil: Dari 50 responden yang dilakukan penelitian berdasarklan hasil survey dan data dari Puskesmas Tajur penderita TB Paru sebanyak 21 responden (42,0%) yang rutin control ke puskesmas Tajur, hanya ada 18 (36,0%) responden yang sudah mempunyai sanitasi lingkungan rumah yang baik, sementara itu terdapat 32 (64,0%) responden yang belum mempunyai sanitasi lingkungan rumah yang baik. Kesimpulan: Lebih dari separuh responden memiliki kebiasaan mencuci tangan sebelum makan 58,6%, memiliki kebiasaan tidak mencuci tangan setalah BAB 58,6% serta memiliki kebiasaan sering jajan diluar rumah sebesar 48,6% (n=70).