Selama beberapa tahun terakhir kemajuan teknologi dan media sosial semakin meluas. Hal ini ikut mempengaruhi berbagai sektor, salah satunya seni tradisi. Di tengah berbagai jenis disrupsi, seni tradisi menghadapi interseksi permasalahan, yakni literasi teknologi dan entitas kultural yang terancam tergantikan oleh dunia virtual-digital. Artikel ini merupakan tulisan konseptual tentang upaya-upaya yang dilakukan menuju seni tradisi yang mengglobal, dekulturalisasi, dan strategi dalam melinungi seni tradisi sebagai karya intelektual. Dampak globalisasi justru memunculkan fenomena baru, seperti hibriditas musik, dan meluasnya akses informasi terhadap seni tradisi. Revitalisasi seni tradisi adalah sebuah keniscayaan yang perlu disambutoleh para pelaku, mulai dari pemerintah, komunitas, penggiat media sosial, pelaku bisnis, dan akademisi. Pada akhirnya prinsip kolaborasi sangat berperan untuk mengambil peran seni tradisi berkontestasi secara global.
Copyrights © 2024