Pembelajaran lari sprint 100 meter merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan jasmani. Namun, pembelajaran ini dianggap monoton dan kurang menarik bagi siswa, sehingga hasil pembelajaran tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pembelajaran lari sprint 100 meter melalui metode bermain lari zig-zag dengan rintang cone. Metode penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain siklus yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa sekolah menengah pertama yang dipilih secara acak. Instrumen pengumpulan data meliputi tes kecepatan lari 100 meter dan observasi keterampilan lari zig-zag. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif untuk mengukur peningkatan hasil pembelajaran. Hasil penelitian pada awal penelitian, hanya 5 dari 20 siswa yang berhasil menyelesaikan lari sprint 100 meter sesuai target (12 detik untuk putra dan 14 detik untuk putri). Setelah pelatihan pada siklus I, jumlah siswa yang berhasil meningkat menjadi 11 dari 20 siswa. Di siklus II, setelah pelatihan tambahan, 18 dari 20 siswa berhasil menuntaskan lari sprint 100 meter sesuai target. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bermain lari zig-zag dengan rintang cone secara signifikan meningkatkan hasil pembelajaran lari sprint 100 meter. Siswa menunjukkan peningkatan kecepatan lari dan keterampilan manuver yang lebih baik setelah mengikuti latihan dengan metode ini. Simpulan metode bermain lari zig-zag dengan rintang cone efektif dalam meningkatkan hasil pembelajaran lari sprint 100 meter. Metode ini tidak hanya membuat latihan lebih menarik dan menantang bagi siswa, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan lari sprint. Latihan ini mampu melatih ketangkasan dan kecepatan siswa dalam melakukan sprint.
Copyrights © 2024