Penelitian ini membahas mengenai bagaimana pemahaman civitas santri dan santriwati pondok pesantren Madani Tebuireng Ceruk Ijuk Bintan terhadap hadis-hadis yang bertemakan Gender, dan sejauh mana santri putri dan santri putra tersebut mengamalkan pemahaman-pemahaman hadis-hadis gender didalam kehidupam sehari-hari. Kajian ini dilakukan dengan pendekatan fenomenologi dengan menggunakan analisis gender. Setelah dianalisis ditemukan bahwa terjadi adaptasi dan kontekstualisasi pemahaman hadits di Pondok Pesantren Madani terhadap hadis-hadis gender dengan menyesuaikan kondisi masyarakat saat ini. Misalnya tentang hadis perempuan yang tidak boleh bepergian tanpa mahram dan hadis tentang perempuan dalam posisi inferior dalam hadis perempuan sebagai tulang rusuk pria. Para santri mengakui bahwa hadis ini benar secara substantif, namun tidak diterapkan dalam lingkungan Pesantren ataupun di Masyarakat.
Copyrights © 2024