Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Emergence of Free Will and Predestination: Genealogical Studies in History of Early Islamic Thought Sidik, Muhammad Alfan; Sarwanto, Sarwanto
Journal of Philology and Historical Review Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Regalia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61540/jphr.v2i1.74

Abstract

This article focuses on the emergence of the idea of free will and predestination in history of early Islamic Thought and the factors that influence its emergence. This research uses a historical analysis approach, this approach involves several important steps, such as heuristics, source criticism (both internal and external), interpretation, and historiography. The results of this research show that there are various actors who influence its emergence so that it narrows down in several groups that appear in Early Islamic history such as Khawarij, Jabariya, Qadariya. Mu’tazila and Ashariya. This article also looks at the emergence of the thought of free will and predestination from the influence of pre-Islamic Arab thought and political conditions and also the influence of outside Arab thought.
Adaptasi dan Kontekstualisasi Pemahaman Hadis Gender di Pondok Pesantren Madani Tebuireng XIV Bintan Ikhlas, Nur; Fadil, Marjan; Sidik, Muhammad Alfan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10543

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai bagaimana pemahaman civitas santri dan santriwati pondok pesantren Madani Tebuireng Ceruk Ijuk Bintan terhadap hadis-hadis yang bertemakan Gender, dan sejauh mana santri putri dan santri putra tersebut mengamalkan pemahaman-pemahaman hadis-hadis gender didalam kehidupam sehari-hari. Kajian ini dilakukan dengan pendekatan fenomenologi dengan menggunakan analisis gender. Setelah dianalisis ditemukan bahwa terjadi adaptasi dan kontekstualisasi pemahaman hadits di Pondok Pesantren Madani terhadap hadis-hadis gender dengan menyesuaikan kondisi masyarakat saat ini. Misalnya tentang hadis perempuan yang tidak boleh bepergian tanpa mahram dan hadis tentang perempuan dalam posisi inferior dalam hadis perempuan sebagai tulang rusuk pria. Para santri mengakui bahwa hadis ini benar secara substantif, namun tidak diterapkan dalam lingkungan Pesantren ataupun di Masyarakat.
Etika Perang dalam Islam: Pemikiran Hermeneutika Kontekstual Abdullah Saeed Dody Sulistio; Tas'an, Tas'an; Sidik, Muhammad Alfan
Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Staatsrecht Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/staatsrecht.v5i2.4530

Abstract

Artikel ini membahas etika perang dalam Islam melalui perspektif hermeneutika kontekstual Abdullah Saeed, yang diposisikan sebagai sintesis epistemologis atas dua arus besar pemikiran Islam progresif kontemporer: restorasi moral Khaled Abou El Fadl dan reformasi struktural Abdullahi Ahmed An-Na’im. Keduanya berangkat dari visi humanistik Islam, tetapi berbeda dalam fondasi metodologis dan orientasi praksisnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka untuk menelaah struktur hermeneutik Saeed terutama prinsip dual contextualism dan konsep hierarchy of values dalam merumuskan etika perang Islam yang selaras dengan nilai keadilan, perlindungan jiwa, dan martabat manusia. Hasil analisis menunjukkan bahwa Saeed menawarkan model pembacaan evolusioner terhadap ayat-ayat perang yang menempatkan regulasi partikular masa klasik sebagai produk kontekstual, bukan norma transhistoris. Melalui pendekatan ini, legitimasi tindakan bersenjata dibatasi secara ketat oleh nilai etis Al-Qur’an dan maqāṣid al-sharī‘ah. Hermeneutika kontekstual Saeed, dengan demikian, menghadirkan paradigma etika perang Islam yang humanis, rasional, dan kompatibel dengan prinsip-prinsip hukum humaniter modern tanpa kehilangan akar tradisionalnya.