Metode merupakan suatu yang penting dalam peroses belajar mengajar untuk menciptakan suasana belajar yang effektif dan menyenangkan. Penilitian tersebut dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah metode pengembangan ajaran Islam oleh TGKH. Abhar Muhiddin sehingga melahirkan santri-santri tafaquh fiddin dan banyak menjadi Tuan Guru. Setelah dilakukan kajian mendalam melalui wawancara dan studi dokumen-dokumen yang terkait, metode pengajaran ilmu agama yang diterapkan di pondok pesantren Darul Falah oleh TGKH. Abhar Muhiddin sangat variatif sehingga para santri senang mengikuti proses belajar-mengajar dan mampu menguasai materi dengan maksimal. Metode tersebut ditinjau dari perspektif budaya sasak yang diistilahkan dengan metode bedede, bedengah, dan genem. Istilah bedede diartikan membuat peserta didik senang dengan lagu dan cerita, bedengah diartikan mendidik secara inten dan genem diartikan kreatif atau telaten. Metode bedede yang diimplementasikan dalam proses belajar mengajar oleh TGH. Abhar Muhiddin adalah bernyayi dan bercerita. Metode bedengah yang diterapkan melalui mendidik santri secara intensif. Sedangkan genem diimplementasikan melalui karya-karya beliau dalam pengembangan materi ajaran islam yang berbasis kebutuhan siswa dan sesuai dengan level.
Copyrights © 2016