Pendidikan al-Qur’an di pondok pesantren merupakan salah satu keunggulan yang dimilikinya. Dengan adanya pendidikan al-Qur’an baik dalam bentuk belajar membaca, menghafal sampai dengan mendalaminya dengan tafsirnya menjadikan ciri khas pendidikan pesantren. Dan hal ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi lembaga non formal ini (pesantren). Adapun jenis penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. peneliti melakukan analisis data melalui sumber data primer dan sekunder yang telah dikumpulkan melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data deskriptif dengan cara memilah-milah data, mengklarifikasi data, dan menginterpretasikan data yang ditemukan di lapangan sehingga lebih mudah untuk menarik sebuah kesimpulan. Untuk menguji validitas data yang penulis peroleh di lapangan, penulis mnggunakan beberapa teknik, yaitu: Perpanjangan keikutsertaan, Ketekunan/ Keajegkan Pengamatan dan Tianggulasi. Adapun hasil penelitian ini adalah: 1) Strategi yang digunakan terpusat pada kebutuhan santri sehingga tidak ada strategi khusus yang digunakan. Waktu yang digunakan hanya terpusat pada dua kondisi yaitu pagi dan sore hari. Pagi digunakan untuk mengahfal dan sore untuk membaca ayat-ayat yang akan di hafal; 2) Faktor penghambat santri dalam mengahafal yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor iternal yang ada dalam diri santri yaitu masih kurangnya motivasi dalam menghafal al-Qur’an. Sedangkan faktor eksternalnya yaitu kurangnya dukungan dan keluarga santri; dan 3) Adapun solusi yang dilakukan oleh pihak pengelola yaitu: a) membangun motivasi; b) memberikan hukuman; c) membangun hubungan yang harmonis di lingkungan keluarga santri; dan d) membangun situasi dan kondisi yang kondusif.
Copyrights © 2024