Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Vol 4 No 1 (2024)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SINEKTIK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA

Ade Hasanudin (STKIP Nahdlatul Ulama Indramayu)
Ahmad Maskur Subaweh (STKIP Nahdlatul Ulama Indramayu)



Article Info

Publish Date
27 Dec 2023

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model sinektik dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas X SMA PGRI 2 Sindang Kabupaten Indramayu. Model pembelajaran sinektik dipilih oleh peneliti karena dianggap memungkinkan dan cukup relevan dalam membantu para siswa berpikir kreatif dan menjadi pelajar mandiri.  Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA PGRI 2 Sindang Kabupaten Indramayu. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X IPA dan kelas X IPS. Data tes pembelajaran menulis puisi yang dikumpulkan berupa tes awal dan tes akhir pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. Pertama, hasil uji penelitian dapat dilihat pada kolom t hitung untuk kedua kelompok penelitian adalah t hitung > t tabel yakni 5,894 > 1,996. Berdasarkan hal tersebut di atas maka hipotesis alternative (Ha) yang menyatakan “ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan model pembelajaran sinektik terhadap kemampuan menulis puisi” diterima. Kedua, berdasarkan hasil pengamatan aktivitas pembelajaran yang menggunakan model sinektik membawa perubahan yang berarti terhadap cara mengajar guru dan cara belajar siswa. Guru hanya sebagai pembimbing dan evaluator, sedangkan siswa memperoleh kebebasan dalam belajar, siswa mulai lebih aktif menggali potensi dirinya Secara keseluruhan siswa kelas eksperimen lebih baik dibanding kelas kontrol dalam pembelajaran menulis puisi. Hal ini terbukti dengan ketepatan dalam proses metaforik (analogi personal, analogi langsung, dan konflik kempaan) dan pokok pikiran siswa. KATA KUNCI: Model Pembelajaran Sinektik; Menulis Puisi.     THE INFLUENCE OF THE SYNECTIC LEARNING MODEL ON STUDENTS' POETRY WRITING ABILITY   ABSTRACT: This study aims to determine the effectiveness of the synectic model in learning to write poetry in class X SMA PGRI 2 Sindang, Indramayu Regency. The synectic learning model was chosen by the researcher because it is considered possible and quite relevant in helping students think creatively and become independent learners. This research is an experimental-research. The population in this study were all students of class X SMA PGRI 2 Sindang, Indramayu Regency. The samples in this study were class X IPA and class X IPS. Poetry writing learning test data collected in the form of pre-test and post-test in the experimental class and control class. The research results obtained are as follows. First, the results of the research test can be seen in the column t count for the two research groups, namely t count > t table, namely 5.894 > 1.996. Based on the above, the alternative hypothesis (Ha) which states "there is a significant effect of using the synectic learning model on the ability to write poetry" is accepted. Second, based on the results of observations of learning activities that use synectic models bring significant changes to the way teachers teach and the way students learn. The teacher is only a guide and evaluator, while students gain freedom in learning, students begin to be more active in exploring their potential. Overall, students in the experimental class are better than the control class in learning to write poetry. This is proven by the accuracy in the metaphorical process (personal analogy, direct analogy, and compression conflict) and the main ideas of students. KEYWORDS: Synectic Learning Model; Poetry Writing.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

anafora

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Ruang lingkup penelitian artikel yang dapat diterbitkan di Jurnal Fon antara lain : (1) Kebahasaan Indonesia; keilmuan bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik); keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, menulis); (2) ...