cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana03@gmail.com
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.anafora@uniku.ac.id
Editorial Address
RT. 027 RW. 007 Desa Cengal Kecamatan Japara
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : -     EISSN : 28073991     DOI : https://doi.org/10.25134/ajpm
Core Subject : Education, Social,
Ruang lingkup penelitian artikel yang dapat diterbitkan di Jurnal Fon antara lain : (1) Kebahasaan Indonesia; keilmuan bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik); keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, menulis); (2) Kesastraan Indonesia (teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranasi, sosiologi sastra); (3) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran). Kami terbuka menerima naskah dari para penulis dengan mengikuti ketentuan yang ada dalam fokus dan lingkup, etika publikasi, petunjuk penulisan, proses review, dan template jurnal yang harus diikuti oleh penulis.
Articles 46 Documents
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Program Literasi Pada Sekolah Dasar di Kabupaten Kuningan Kota dan Desain Bahan Ajarnya Andriyana; Ifah Hanifah; Arip Hidayat
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i1.1

Abstract

ABSTRAK: Hasil survei pada 2016 menurut World’s Most Literate Nation tingkat baca Indonesia berada pada peringkat 60 dari 61 negara yang diteliti yang menandakan bahwa tingkat baca Indonesia sangatlah rendah. Kementrian Pendidikand dan Kebudayaan (Mendikbud) yang waktu itu masih dikepalai Anis Baswedan meluncurkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Tanngal 19 Agustus 2016 dengan sub tema Bahasa Penumbuh Budi Pekerti yang kemudian menjadi titik awal kegiatan literasi diwajibkan di sekolah. Gerakan Literasi Sekolah ini mengacu pada Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Program ini khusus dirancang untuk peningkatan minat baca Indonesia yang terpuruk agar bisa berangsur naik. Adanya hasil program tersebut peneliti melihat studi terdahulu terkait dengan bahan ajar literasi. Ternyata penulis tidak menemukan satupun penelitian yang membuat bahan ajar literasi khusus untuk guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif guna mendeskripsikan objek penelitian dengan Teknik analisis data model Miles dan Huberman dengan urutan Langkah coletion, data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Penelitian ini mengasilkan satu analisis kebutuhan berupa keperluan (necessities), kekurangan (lacks), dan keinginan (wants). Ditemukan hasil penelitian yang menyatakan bahwa masih banyak kebutuhan, kekurangan, dan keinginan yang harus terpenuhi dalam penyusunan bahan ajar literasi sekolah dasar kelas tinggi. Dari hasil tersebut disusunlah peta bahan ajar dan struktur bahan ajar sebagai produk yang nanti bisa dikembangkan oleh peneliti lain dan penulis buku. KATA KUNCI: Analisis Kebutuhan; Bahan ajar; Desain Bahan Ajar; Literasi >  Analysis of Teaching Material Needs for Literacy Program in Elementary Schools in Kuningan City District and Design of Teaching Materials   ABSTRACT: The results of a survey in 2016 according to World’s Most Literate Nation, Indonesian's reading level is ranked 60 out of 61 countries studied, which indicates that Indonesian's reading rate is very low. The Ministry of Education and Culture (Mendikbud), which at that time was still headed by Anis Baswedan, launched the School Literacy Movement on August 19, 2016, with the sub-theme of Language Cultivation of Character, which later became the starting point for mandatory literacy activities in schools. This School Literacy Movement refers to Permendikbud Number 21 of 2015 concerning Cultivation of Character. This program is specifically designed to increase Indonesian's reading interest which has fallen so that it can gradually rise. With the results of the program, the researchers looked at previous studies related to literacy teaching materials. It turns out that the authors did not find any research that made literacy teaching materials specifically for teachers. This study used a descriptive qualitative method to describe the research object with Miles and Huberman model data analysis techniques in the order of collection steps, data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. This research produces a needs analysis in the form of necessities, lacks, and wants. The research found that there are still many needs, shortcomings, and desires that must be fulfilled in the preparation of high-grade primary school literacy teaching materials. From these results, a map of teaching materials was compiled and the structure of teaching materials was developed as a product that could later be developed by other researchers and book authors. KEYWORDS: Requirements Analysis; Teaching materials; Instructional Material Design; Literacy.  
Homonimi Bahasa Daerah MOI Papua Barat Kajian Semantik adi iwan
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i2.2

Abstract

ABSTRAK:Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan makna homonim bahasa daerah moi sorong papua barat. Manfaat dari penelitian ini untuk melestarikan bahasa daerah moi yang terancam punah dan sebagai bahan informasi masyarakat khususnya penduduk sorong papua barat. Metode penelitian ini menggunakan metode diskriptif metode ini bertujuan untuk mendeskripsikan suatu permasalah atau fenomena tertentu. Sumber data penelitian ini berasal dari wawancara dengan penutur asli yang berasal dari suku moi serta arsip – arsip kumpulan bahasa moi. Teknik pengumpulan menggunakan teknik simak dan catat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori relasi makna  pada kajian semantik. Hasil penelitian ini ditemukan sekitar 22 kata homonim yang terdiri dari 1).Homonim yang bermakna kata kerja. 2). homonim yang bermakna kata benda dan kata kerja. 3). Homonim yang bermakna kata sifat dan kata benda. 4). Homonim kata sifat dan kata kerja. 5). Homonim dengan makna kata ganti dan kata benda. 6. Homonim yang bermakna kata sifat dan adverbia. Kata kunci : homonim, moi , semantik Regional Language Homonimy MOI West Papua Semantic Studies Abstract: The purpose of this study was to describe the meaning of the homonym for the local language of Moi Sorong West Papua. The benefit of this research is to preserve the language of the Moi area which is endangered and as information for the community, especially the residents of West Papua. This research method uses descriptive method. This method aims to describe a particular problem or phenomenon. The data sources of this research come from interviews with native speakers who come from the Moi tribe and archives of the moi language collection. The collection technique uses the observation and note technique. The theory used in this research is the theory of meaning relations in semantic studies. The results of this study found about 25 homonym words consisting of 1) Homonym which means verb. 2). homonym which means noun and verb. 3). Homonyms which mean adjectives and nouns. 4). Adjective and verb homonyms. 5). Homonyms with the meaning of pronouns and nouns. 6. Homonyms which mean adjectives and adverbs. Keywords : homonym, moi, semantics
RESEPSI PEMBACA PRIA TERHADAP KARYA SASTRA “MARIPOSA” DI KOMUNITAS CYBERSASTRA WATTPAD adi iwan
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i1.3

Abstract

ABSTRAK: Karya sastra dapat diakui keberadaanya salah satunya dengan adanya seberapa banyak respon pembaca dari berbagai kalangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap resepsi pembaca pria terhadap sebuah karya cyber yang berjudul “ mariposa” pada situs wattpad. Wattpad adalah penyedia jasa publikasi cerita yang bisa dinikmati pembaca online di seluruh dunia. Agak penelitian tercapai peneliti mengumpulkan 40 orang dengan latar belakang pendidikan SMA, S1, S2 dan guru dengan rentan usia 17 – 30 tahun. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penyebaran kusioner secara daring.teknik analisi data menggunakan teknik isi Hasil dari penelitian ini menunjukan respon yang berbeda walaupun pembaca membaca genre yang sama. Respon yang ditujukan pembaca lebih mengarah kepada  unsur tekstual yaitu tokoh, alur dan bahasa. Dengan latar pendidikan SMA, S1, S2 dan guru berpendapat bahwa unsur tekstual dalam karya sastra dengan respon yang positif. KATA KUNCI: cybersastra, resepsi, mariposa >  MAN READER'S RECEPTION OF LITERATURE "MARIPOSA" IN WATTPAD CYBERSASTRA COMMUNITY   ABSTRACT: One of the ways in which literary works can be recognized is the number of responses from readers from various circles. This study aims to reveal the reception of male readers to a cyber work entitled "mariposa" on the wattpad site. Wattpad is a story publication service provider that can be enjoyed by online readers around the world. Rather than the research being achieved, the researcher collected 40 people with a high school, undergraduate, postgraduate and vulnerable teacher education background aged 17-30 years. This research method uses qualitative methods with online questionnaires. Data analysis techniques use content techniques. The results of this study show different responses even though the reader reads the same genre. The response aimed at the reader is more towards textual elements, namely characters, plot and language. KEYWORDS: cybersastra, reception, mariposa
Analisis ANALISIS KALIMAT EFEKTIF PADA SOAL CERITA BIDANG STUDI MATEMATIKA DI SMK lailatul fitriah; Devandra Eka savitri; Huynh Hoang Van Anh
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i1.5

Abstract

ABSTRAK: Soal cerita matematika merupakan salah satu tipe soal yang digunakan untuk melatih kemampuan berhitung siswa  dan membaca pemahaman. Namun banyak kesalahan dalam penulisan soal cerita matematika sehingga soal membingungkan dan tidak mudah dipahami, yang biasanya disebabkan oleh adanya kata yang berlebih. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, data dianalisis dengan mendeskripsikan ketidakefektifan kalimat. Sumber data merupakan soal cerita matematika yang terdapat dalam soal Try out SMK tahun ajaran 2020-2021. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa, 1. Ketidakefektifan kalimat disebabkan  karena adanya penggunaan kata yang berlebihan atau pemborosan kata. 2. Ketidakefektifan kalimat yang menyebabkan ambiguitas atau bermakna ganda. KATA KUNCI: Soal Cerita; Matematika; kalimat Efektif; Ambiguitas   ANALYSIS OF EFFECTIVE SENTENCES ON STORY QUESTIONS IN THE FIELD OF MATHEMATICS STUDY IN VOCATIONAL SCHOOL   ABSTRACT: Mathematical story questions are one type of problem that is used to train students' numeracy skills and reading comprehension. However, there are many mistakes in writing math story problems so that the problems are confusing and not easy to understand, which is usually caused by the presence of excess words. This study used a descriptive method, the data were analyzed by describing the ineffectiveness of the sentence. The data source is a math story problem contained in the Vocational High School try out questions for the 2020-2021 school year. The results of this study indicate that, 1. The ineffectiveness of sentences is caused by excessive use of words or waste of words. 2. Ineffective sentences that cause ambiguity or have multiple meanings. KEYWORDS: Problem Stories; Mathematics; Effective Sentences; Ambiguity
PENGARUH MEDIA TELEVISI TERHADAP PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA 4 TAHUN Nelita Indah Islami; Nuryani
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i1.8

Abstract

ABSTRAK: Pengaruh media televisi terhadap proses pemerolehan bahasa dapat dihasilkan melalui pengamatan terhadap anak laki-laki berusia empat tahun bernama Rifqi Aqila Ardhani. Dengan menggunakan penelitian deskriptif  kualitatif yang dilakukan pada kondisi alami tanpa perencanaan. Data diperoleh melalui penelitian yang dikumpulkan dengan metode observasi, peneliti sebagai instrumen yang memberikan stimulus terhadap subjek. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi dasar pertimbangan sebagai bentuk peringatan terhadap segala bentuk pemerolehan bahasa anak-anak dari televisi. Hasil dari penelitian ini adalah pemerolehan bahasa dari tataran sintaksis, semantik, fonologi, dan pragmatik serta berbagai leksikon yang dihafal Rifi dari televisi. KATA KUNCI: pemerolehan bahasa; media televisi; anak-anak   THE EFFECT OF TELEVISION MEDIA ON LANGUAGE ACHIEVEMENT IN 4 YEARS OLD CHILDREN   ABSTRACT: The influence of television media on the process of language acquisition can be generated through observation of a four-four-year-old boy named Rifqi Aqila Ardhani. By using descriptive qualitative research conducted in natural conditions without planning. Data obtained through research collected by the method of observation, researchers as instruments that provide stimulus to the subject. This research is expected to be a basic consideration as a form of warning against all forms of language acquisition of children towards television. The results of this study are language acquisition at the level of syntax, semantics, phonology, and pragmatics as well as various lexicons memorized by Rifi from television. KEYWORDS: language acquisition; television media; children
MEDAN MAKNA KATA “TERJATUH” DALAM BAHASA SASAK DIALEK MENO-MENI : KAJIAN SEMANTIK Baiq Tety Yuliana
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i1.9

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) ingin mengetahui komponen medan makna kata “Terjatuh” dalam bahasa sasak dialek meno-meni (2) ingin mengetahui penggunaan leksem-leksem medan makna kata “Terjatuh” dalam kalimat bahasa sasak dialek meno-meni. Data dalam penelitian ini yaitu berupa kosakata “terjatuh” yang mempunyai beberapa komponen kata yang terdapat dalam bahasa sasak dialek meno-meni. Sumber data dalam penelitian ini adalah penutur asli bahasa sasak yang menggunakan dialek meno-meni. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik simak dan catat. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yaitu terdapat dua puluh medan makna kata “Terjatuh” dalam bahasa sasak dialek meno-meni yaitu lawok, kepesik, ngerepak, lolat kesait, langkep, ngalak, paleng, terik, belosor, melekuk, tejujul, tesikuk, tantuk, nyusur, telantur, belanturan, tetendang, tegebuk, dan tesepor yang dianalisis berdasarkan komponen makna dan penggunaan leksem-leksem tersebut dalam bahasa sasak dialek meno-meni. KATA KUNCI: medan makna; leksem; komponen makna; dilaek meno-meni >  TITLE (1) : NO MORE THAN 12 WORDS AND REFLECT RESULT ON ARTICLES AND MINIMIZE WRITING THE NAME OF THE STATE (TIMES NEW ROMAN 10, BOLD, JUSTIFY, ONE COLUMN).   ABSTRACT: This research is a type of qualitative research. The objectives of this study are (1) to find out the meaning field component of the word "Teruntung" in the Sasak dialect of meno-meni (2) to find out the use of field lexemes for the meaning of the word "Fall" in the sentence of the Sasak dialect of meno-meni. The data in this study is in the form of "fallen" vocabulary which has several word components contained in the Sasak dialect of meno-meni. The data sources in this study are native speakers of the Sasak language who use the meno-meni dialect. The data collection technique used is the listening and note-taking technique. The data in this study were analyzed using a qualitative descriptive technique. The results of the study are that there are twenty fields of meaning for the word "Fall" in the Sasak language dialect of meno-meni, namely meno-meni yaitu lawok, kepesik, ngerepak, lolat kesait, langkep, ngalak, paleng, terik, belosor, melekuk, tejujul, tesikuk, tantuk, nyusur, telantur, belanturan, tetendang, tegebuk, dan tesepor which were analyzed based on the components of meaning and use of these lexemes in the Sasak language, the dialect of meno-meni.. KEYWORDS: the field of meaning; lexeme; meaning component; dilake meno-meni
Satire dan Sarkasme dalam Video Dewan Perwakilan Omel-omel (DPO) pada Akun Instagram Bintang Emon Irma Nur Ramandhani; Ifah Hanifah; Arip Hidayat
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v2i2.10

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan sosial saat ini. Penulis ingin penyimak video dapat memahami maksud/makna dari kritikan yang mengandung gaya bahasa satire dan sarkasme dalam video DPO yang diunggah oleh Bintang Emon sehingga dapat memperbaiki kesalahan dari sesuatu yang terjadi di masyarakat. Dewan Perwakilan Omel-omel (DPO) adalah sebuah video yang dibuat oleh pelawak bernama Bintang Emon untuk mengekspresikan keresahan-keresahannya. Sindiran dan kritikan dalam video tersebut dikemas dengan pembawaan yang dapat menghibur pendengar/penontonnya. Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu, bagaimana satire dan sarkasme dalam video DPO pada akun Instagram Bintang Emon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk satire dan sarkasme dalam video DPO tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis konten dengan teknik pemerolehan data berupa dokumentasi dengan cara mengunduh video DPO dari akun Instagram Bintang Emon. Dari keseluruhan video DPO yang diunggah dalam Instagram Bintang Emon, penulis hanya memilih video pada periode Februari – April 2020. Dari data tersebut, penulis menemukan data yang termasuk ke dalam jenis satire horation, satire juvenalian, dan sarkasme kasar (dirty sacasm). Berdasarkan hal tersebut, gaya bahasa yang paling dominan yaitu jenis satire juvenalian dan yang paling sedikit ditemukan yaitu satire horation.KATA KUNCI : satire, sarkasme, video DPO. ABSTRACT : This research is motivated by the current social situation. The author wants video listeners to understand the intent/meaning of the criticism that contains satire and sarcasm in the DPO video uploaded by Bintang Emon so that they can correct mistakes from something that happens in society. The Omel-omel Representatives Council (DPO) is a video made by comedian named Bintang Emon to express his worries. The satire and criticism in the video are packed with a disposition that can entertain the listeners/viewers. The problem formulation of this research is, how is satire and sarcasm in the DPO video on Bintang Emon's Instagram account. The purpose of this research was to determine the form of satire and sarcasm in the DPO video. The research method used in this study is the content analysis method with data acquisition techniques in the form of documentation by downloading DPO videos from Bintang Emon's Instagram account. Of all the DPO videos uploaded on Bintang Emon's Instagram, the author only chose videos in the February – April 2020 period. From these data, the writer finds data that fall into the types of satire horation, juvenalian satire, and dirty sacasm. Based on this, the most dominant language style is juvenile satire and the least found is satire horation.KEYWORDS : satire, sarcasm, DPO videos.
ANALISIS MUATAN NILAI KARAKTER DALAM BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS X KURIKULUM 2013 Junaedi; Asep Jejen Jaelani Jaelani; Sun Suntini
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v2i2.14

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilatarbelakangi adanya indikasi bahwa tidak semua buku teks memuat nilai karakter, karena itu penulis meninjau bagaimana muatan nilai karakter peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Tujuan penelitian, untuk mendeskripsikan muatan nilai karakter peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif dengan teknik pemerolehan data berupa dokumentasi. Hasil penelitian, berdasarkan proses analisis tersebut menghasilkan simpulan bahwa terdapat  nilai karakter peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas X Kurikulum 2013. Dari dua puluh dua data yang dianalisis terdapat empat data yang merepresentasikan nilai karakter peduli lingkungan, sepuluh data nilai karakter peduli sosial, dan delapan data nilai karakter tanggung jawab. Dari empat data yang merepresentasikan nilai karakter peduli lingkungan mengarah pada pentingnya menjaga lingkungan alam, sepuluh data nilai karakter peduli sosial mengarah pada pentingnya membaca isyarat sosial serta bersikap empati, dan delapan data nilai karakter tanggung jawab mengarah pada pentingnya menjaga sesuatu, bekerja keras, dan membantu membuat dunia menjadi lebih baik. Adapun rekomendasi untuk pengembang buku teks perlu adanya muatan nilai karakter secara komprehensif, untuk guru karena tidak semua merepresentasikan nilai karakter secara rinci penulis menyarankan adanya penyampaian oleh guru kepada siswa secara mendalam, untuk penulis selanjutnya diharap membaca dapat menafsirkan secara komprehensif. KATA KUNCI: Buku teks, kurikulum, nilai karakter, pendidikan.   CHARACTER VALUE LOAD ANALYSIS IN INDONESIAN TEXTBOOKCLASS X CURRICULUM 2013   ABSTRACT: This research is motivated by indications that not all textbooks contain character values, therefore the author reviews how the character values ​​of environmental care, social care, and responsibility are charged. The purpose of this research is to describe the character values ​​of environmental care, social care, and responsibility. The research method used in this study is a qualitative method with data acquisition techniques in the form of documentation. The results of the study, based on the analysis process, resulted in the conclusion that there are character values ​​of caring for the environment, social care, and responsibility in the Indonesian Language Textbook Class X Curriculum 2013. Of the twenty-two data analyzed there are four data that represent the character values ​​of caring for the environment, ten data on social care character values, and eight data on responsibility character values. Of the four data that represent the value of caring for the environment character points to the importance of protecting the natural environment, ten data values ​​of the character of social care point to the importance of reading social cues and being empathetic, and eight data on the value of the character of responsibility pointing to the importance of taking care of something, working hard, and helping. make the world better. As for recommendations for textbook developers, it is necessary to have a comprehensive character value content, for teachers because not all of them represent character values ​​in detail, the author suggests that the teacher conveys to students in depth, for further researchers, it is hoped that reading can interpret comprehensively. KEYWORDS: Textbooks, curriculum, character values, education.
Simbol Mitologis Dilihat Dari Representasi Sistem Religi Masyarakat Jawa Dalam Novel "Bilangan Fu" Karya Ayu Utami (Kajian Antropologi Sastra) Saepudin Muhamad; Sun Suntini; Arip Hidayat
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i2.16

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini membahas tentang bentuk representasi sistem religi serta simbol mitologis yang dilihat dari sistem religi masyarakat Jawa dalam novel Bilangan Fu karya Ayu Utami. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan representasi sistem religi masyarakat Jawa dalam novel Bilangan Fu karya Ayu Utami; 2) Untuk mendeskripsikan simbol mitologis dilihat dari representasi sistem religi masyarakat Jawa melalui metode semiotika Roland Barthes dalam novel Bilangan Fu karya Ayu Utami. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka dan dokumentasi. Pendekatan penelitian yang digunakan dengan antropologi sastra dan semiotika Roland Barthes. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini ialah dengan cara membaca dan menandai setiap dialog atau peristiwa yang mengandung representasi sistem religi dan simbol-simbol mitologisnya. Analisis data menghasilkan penelitian bahwa dalam novel Bilangan Fu karya Ayu Utami terdapat tiga aspek representasi sistem religi di antaranya, sistem religi animisme Kejawen, sinkretisme Islam Kejawen, dan monoteisme Islam. Dalam sistem religi animisme Kejawen terdapat sembilan data, sinkretisme Islam Kejawen terdapat tiga data, dan monoteisme Islam terdapat tujuh data. Sementara dari ketiga sistem religi tersebut, dalam animisme terdapat tiga simbol mitologis. Namun dari sinkretisme Islam Kejawen dan monoteisme Islam tidak memuat simbol mitologis secara khusus, melainkan sekadar pandangan terhadap kepercayaan simbol mitologis tersebut. Di samping itu, problem dari representasi ketiga sistem religi mengarah pada satu titik permasalahan, yaitu pluralitas dalam keagamaan. Sedangkan, simbol mitologis mengarah pada kontrol sosial dalam kebudayaan terkait dengan kepentingan secara tradisional dan modern KATA KUNCI: Antropologi sastra, Bilangan Fu, , simbol mitologis, sistem religi.. >    ABSTRACT: This study discuses the from representation religious system as well mythological symbol which is seen from religious system Javanese society in the novel Bilangan Fu by Ayu Utami. Formulation of the problem in the research is: 1) How is the religious system Javanese society in the novel Bilangan Fu By Ayu Utami?; 2) How is the mytological symbol which is seen from religious system Javanese society in the novel Bilangan Fu by Ayu Utami?. The purpose of this research is: 1) To describe the religious system Javanese society in the novel Bilangan Fu By Ayu Utami; 2) To describe the mytological symbol which is seen from religious system Javanese society in the novel Bilangan Fu by Ayu Utami. This research uses qualitative descriptive method with the data collection technique in the form of library research and documentation. The research approach used with literary anthropological studies and semiotics Roland Barthes. The steps taken in this research is which reading, and mark every dialogue or event that contains representations of the religious system and its mytological symbols. Data analysis resulted in research that in the novel Bilangan Fu by Ayu Utami there are three aspects in the representation of the religious system in between, Kejawen animist, Kejawen Islamic syncretism, and the Islamic monotheism. In the Kejawen animist there are nine data, Kejawen Islamic syncretism there are three data, and Islamic monotheism there are seven data. While form of the three religious system, in animism there are three mythological symbols. However, Kejawen Islamic syncretism and Islamic monotheism nothing spesific mythological symbol. In addition, the problem of the representation of the three religious system leads to one problem, namely plurality in religion. Meanwhile, mythological symbol lead to social control in culture related to traditional and modern interest. KEYWORDS: literary anthropological studies, Bilangan Fu, mythological symbol, religious system.
Ekranisasi Novel Milea: Suara dari Dilan karya Pidi Baiq menjadi Film Milea: Suara dari Dilan karya Fajar Bustomi dan Pidi Baiq Mahmud Yunus; Arip Hidayat; Aan Anjasmara
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i2.17

Abstract

ABSTRAK: Pengertian ekranisasi memberi batasan bahwa pengubahan dari novel ke bentuk film selalu disertai dengan proses perubahan, yakni penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Oleh karena itu, dalam proses ekranisasi, tentu tidak lepas dari kegiatan apresiasi sastra. Lebih dari itu, kehadiran ekranisasi dalam dunia sastra, perfilman, dan budaya-media merupakan lahan kajian yang penting untuk dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses ekranisasi pada alur, tokoh dan penokohan, serta latar dalam novel Milea: Suara dari Dilan karya Pidi Baiq dan film Milea: Suara dari Dilan karya Fajar Bustomi dan Pidi Baiq. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa proses ekranisasi pada alur, tokoh dan penokohan, serta latar dalam novel Milea: Suara dari Dilan karya Pidi Baiq dan film Milea: Suara dari Dilan karya Fajar Bustomi dan Pidi Baiq mencakup penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Proses ekranisasi pada alur berpengaruh terhadap unsur cerita yang lain, terutama pada tokoh dan penokohan, serta latar. Sebagai proses kreatif, penafsiran penulis skenario dan sutradara mengenai pemilihan peristiwa penting dan menandai dalam novel, kemudian perbedaan media, pertimbangan unsur naratif dan unsur sinematografi (filmis) di dalam film, bahkan pertimbangan aspek komersial, pun turut memengaruhi proses ekranisasi novel menjadi film. KATA KUNCI: Ekranisasi; Novel Menjadi Film; Alih Wahana; Kesastraan >  EKRANISASI MILEA: SUARA DARI DILAN NOVEL BY PIDI BAIQ INTO MILEA: SUARA DARI DILAN  FILM BY FAJAR BUSTOMI AND PIDI BAIQ   ABSTRACT: The definition of Ekranisasi limits that conversion from novel to film is always accompanied by a process of change, that is shrinking, adding, and varying changes. Because of this, in the process of Ekranisasi, certainly through with literary appreciation activities. More than that, the presence of Ekranisasi in the world of literature, film, and media-culture is an important field of study to be studied comprehensively. This research aims to describe the process of Ekranisasi in the plot, characters and characterizations, and setting in the novel entitled Milea: Suara dari Dilan by Pidi Baiq and Milea: Suara dari Dilan movie directed by Fajar Bustomi and Pidi Baiq. The results of this study, shows that the process of Ekranisasi in the plot, characters and characterizations, and setting in the novel entitled Milea: Suara dari Dilan by Pidi Baiq and Milea: Suara dari Dilan movie directed by Fajar Bustomi and Pidi Baiq includes shrinking, adding, and varying changes. The Ekranisasi process in the plot affects other elements of the story, especially the characters and characterizations, and setting. As a creative process, the interpretation of the screenwriter and director regarding the selection of important events and markings in the novel, then the differences in media, consideration of narrative and cinematographic elements in the film, to the consideration of commercial aspects, also influenced the process of Ekranisasi of the novel into a film. KEYWORDS: Ekranisasi; Novel Into Film; Alih Wahana; Literature