Wahana Fisika : Jurnal Fisika dan Terapannya
Vol 9, No 1 (2024): June

Pemodelan Lapisan Batuan Bawah Permukaan Kawasan Panas Bumi Menggunakan Metode Geomagnetik (Studi Kasus di Wisata Air Putih, Kabupaten Lebong)

Eko Heru Purwanto (Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Jl. Wr. Supratman, Bengkulu, Indonesia)
Andre Rahmat Al Ansory (1 Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Jl. Wr. Supratman, Bengkulu, Indonesia)
Usman Gumanty (Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Jl. Wr. Supratman, Bengkulu, Indonesia)
Desi wulandari (Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Jl. Wr. Supratman, Bengkulu, Indonesia)
Refrizon Refrizon (Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Jl. Wr. Supratman, Bengkulu, Indonesia)
Halauddin Halauddin (Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Jl. Wr. Supratman, Bengkulu, Indonesia)
Nanang Sugianto (Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Jl. Wr. Supratman, Bengkulu, Indonesia)
Arif Ismul Hadi (Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Jl. Wr. Supratman, Bengkulu, Indonesia)
Muchammad Farid (Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Jl. Wr. Supratman, Bengkulu, Indonesia)
Suhendra Suhendra (Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Jl. Wr. Supratman, Bengkulu, Indonesia)
Budi Harlianto (Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Jl. Wr. Supratman, Bengkulu, Indonesia)
Shela Basaria Purba (Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Jl. Wr. Supratman, Bengkulu, Indonesia)
Ripal Zamrawi (Program Studi Geofisika, Universitas Bengkulu, Jl. Wr. Supratman, Bengkulu, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2024

Abstract

Pengukuran nilai medan magnet total di daerah panas bumi air putih Kabupaten Lebong dilakukan menggunakan alat PPM (Proton Precession Magnetometer) G856. Peta distribusi anomali medan magnet total dibuat dengan melewati  tahapan reduksi dan koreksi data. Upward Continuation filtering dilakukan untuk memisahkan nilai anomali lokal dan regional pada hasil pemodelan distribusi anomali medan magnet total. Reduction to the Pole (RTP) digunakan untuk menghilangkan data anomali magnetik dari efek distorsi kecenderungan azimuth yang berbeda dari vektor magnetisasi.  Sayatan A-A' dibuat untuk memodelkan struktur bawah permukaan daerah penelitian menggunakan model dua dimensi (2D) berdasarkan temuan pengurangan anomali medan magnet lokal ke kutub. Dari model 2D diketahui bahwa substruktur terdiri dari dua lapis batuan dengan nilai suseptibilitas berbeda yang memanjang hingga kedalaman 1240 meter. dengan nilai suseptibilitas 0,0037 untuk lapisan batupasir dan batulanau pada lapisan pertama dan nilai suseptibilitas 0,2928 untuk batuan andesit-basaltik pada lapisan kedua

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

wafi

Publisher

Subject

Astronomy Earth & Planetary Sciences Engineering Materials Science & Nanotechnology Physics

Description

- Material physics - Instrumentation physics - Geophysics - Astronomy - Computational physics - Biophysics - Theoritical physics - another applied ...