Abrasi telah menjadi ancaman yang serius bagi masyarakat di pesisir Pantai Kabupaten Bengkulu Utara. Berbagai parameter yang menyebabkan laju abrasi signifikan, salah satunya adalah kondisi geologi batuan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kondisi geologi di sepanjang daerah rawan abrasi Kabupaten Bengkulu Utara yang didasari oleh distribusi nilai kecepatan gelombang geser (Vs) dan Ground Shear Strain (GSS) yang diperoleh dari hasil inversi HVSR seratus delapan puluh data mikrotremor. Hasil analisis mendapatkan bahwa tidak ditemukan adanya indikasi batuan keras dari permukaan hingga kedalaman 30 meter. Material penyusun batuan diperkirakan adalah endapan pasir, lempung, kerikil, dan alluvium. Batuan cenderung berstruktur lunak, kaku hingga sedang yang berubah kepadatannya terhadap kedalaman dan memiliki gaya kohesi yang lemah. Dampaknya, sejalan dengan hasil analisis GSS, batuan ini sangat mudah mengalami deformasi seperti merekah, runtuh, amblas, dan jenis deformasi batuan lainnya. Perubahan garis pantai tidak hanya terjadi akibat pengikisan langsung dinding tanah oleh air laut tetapi juga akibat air laut mengangkut tanah atau batuan yang telah longsor dan runtuh ke bibir pantai sebelumnya.
Copyrights © 2022