Frontier Agribisnis
Vol 3, No 2 (2019)

Analisis Efisiensi Alokatif Usahatani Padi (Oryza sativa) Lokal di Lahan Rawa Pasang Surut Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar

Susilawati Susilawati (Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat)
Sadik Ikhsan (Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat)
Artahnan Aid (Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat)



Article Info

Publish Date
12 Aug 2019

Abstract

Provinsi Kalimantan Selatan merupakan provinsi yang memiliki lahan rawa pasang surut cukup luas yang sebagian besarnya berlokasi di Kabupaten Barito Kuala dan di Kabupaten Banjar, gabungan dari keduanya adalah 87,61% dari luasan lahan rawa pasang surut yang ada di Kalimantan Selatan. Pemanfaatan lahan marginal pada lahan pasang surut dinilai cukup potensial untuk pengembangan pertanian tanaman pangan terutama padi dengan melalui penerapan teknologi, sistem pengelolaan dan penggunaan faktor yang tepat. Tujuan dari penelitian inii yaitu untuk menganalisis jumlah penggunaan faktor produksi (luas lahan,  jumlah benih, jumlah pupuk, jumlah pestisida cair, tenaga kerja dalam keluarga and tenaga kerja luar kaluarga) pada usahatani padi lokal; untuk menganalisis pengaruh penggunaan faktor produksi (luas lahan, jumlah benih, jumlah pupuk, jumlah pestisida cair, tenaga kerja dalam keluarga and tenaga kerja luar kaluarga) pada usahatanii dengan analisis regresi linier berganda yaitu model fungsi Cobb-Douglas; dan untuk menganalisis kondisi efisiensi alokatif (efisiensi harga) faktor produksi yang digunakan petani dengan menggunakan analisis NPMxi = Pxi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bunipah and Desa Aluh-aluh Kecil Kecamatan Aluh-aluh Kabupaten Banjar yang ditentukan secara purposive. Sebanyak 60 orang petani padi lokal diambil sebagai sampel menggunakan metode proportioned random sampling. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata faktor produksi yang digunakan petani sampel yaitu pada faktor produksi luas lahan sebesar 1,54 ha/usahatani, benih 13,35 kg/usahatani,  pupuk 125,58 kg/usahatani, pestisida cair 5,12 liter/usahatani, TKDK 87,65 HOK/usahatani, dan TKLK 105,42 HOK /usahatani. Faktor produksi yang berpengaruh secara nyata pada tingkat kepercayaan (α = 0,01) adalah faktor produksi luas lahan, pestisida cair dan tinaga kerja dalam keluarga. Pada uji efisiensi alokatif menunjukkan faktor produksi luas lahan dengan nilai Ki = 2,61 yang artinya belum efisien begitu juga dengan faktor produksi pestisida cair nilai Ki = 9,55 yang artinya belum efisien karena nilai Ki > 1. Sedangkan faktor produksi tenaga kerja dalam keluarga nilai Ki = -0,305 yang artinya penggunaan faktor produksi tidak efisien karena nilai Ki < 1.Kata kunci: efisiensi alokatif, fungsi regresi linier berganda, model fungsi Cobb-Douglas

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

fag

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Economics, Econometrics & Finance Social Sciences

Description

Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil ...