Manusia mengalami perkembangan di dalam hidupnya. Mulai dari dalam kandungan, lahir, menjalani masa kanak-kanak, remaja, pemuda, dewasa sampai menjadi tua dan akhirnya meninggal dunia. Dalam masa-masa perkembangan itu manusia mengalami tahapan-tahapan perkembangan, baik secara fisik maupun mental, jasmani maupun rohani, intelektual dan emosional. Karena itu, mereka membutuhkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang berbeda-beda untuk mengantisipasi atau mengatasi aneka permasalahan hidup yang berbeda-beda tersebut. Terkait dengan itu, belajar yang mereka butuhkan juga berbeda-beda, dan terkait dengan itu pula pendekatan yang dibutuhkan dalam belajar tidak dapat sama sama. Katekisan yang selama ini 'dikondisikan' oleh cara pengajaran yang bersifat indoktrinatif perlu dimotivasikan untuk mau terlibat dalam pembelajaran katekisasi yang menggunakan pendekatan interaktif-andragogis. Pemotivasian ini dirasa perlu, salah satunya sebagai upaya penyadaran terhadap kebutuhan orang dewasa dalam belajar, Langkah yang menurut penulis paling efektif-berdasarkan hasil penelitian adalah apabila mereka (katekisan) merasakan atau mengalami langsung pembelajaran katekisasi dengan menggunakan pendekatan ini. Maka hal ini perlu menjadi perhatian bagi Gereja dan para katekis pada khususnya untuk memulai penerapan pendekatan yang sebenarnya ‘bukan lagi baru' bagi dunia pendidikan pada umumnya namun masih 'terhitung baru' untuk Gereja.
Copyrights © 2024