cover
Contact Name
Hasan Nadir Giawa
Contact Email
giawanadir86@gmail.com
Phone
+6285319989499
Journal Mail Official
giawanadir86@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2 No.4 G-K, RW.5, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14250
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teologi Rahmat
ISSN : -     EISSN : 26850842     DOI : -
Jurnal Teologi Rahmat adalah wadah untuk mempublikasikan hasil penelitian di bidang teologi secara online dan cetak, dengan nomor ISSN 2685-0842 (online) dan 2088-9941 (print), yang diterbitkan dan dikelola oleh Program Studi Magister Teologi Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel, Jakarta. Focus dan Scope penelitian Jurnal Teologi Rahmat adalah: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Praktika Jurnal Teologi Rahmat menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi yang ahli di bidangnya, dari segala institusi teologi yang ada, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.
Articles 78 Documents
Penatalayanan Gereja Yang Efektif Di Era Milenial Sumakul, Nicolien Meggy
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan zaman sedang terjadi di seluruh belahan dunia termasuk di Indonesia. Saat ini sebuah generasi sudah terbentuk dan sedang menguasai sumber daya manusia terbesar pada era bonus demografi. Generasi ini dikenal dengan istilah generasi milenial. Pengaruh generasi milenial terhadap pertumbuhan gereja tidak bisa dihindari dan perlu disikapi. Tulisan ini bermaksud memberi inspirasi bagi pimpinan dan pengurus gereja tentang pentingnya membangun penatalayanan gereja yang efektif di era milenial. Metode yang digunakan adalah literatur, untuk memberi kajian dan gambaran situasi generasi milenial dan korelasinya dengan penatalayanan gereja, serta memberi usulan model-model penatalayanan yang perlu di tata-kelola di gereja dalam era milenial sekarang ini. Kesimpulannya adalah gereja harus memiliki penatalayanan yang kreatif dan inovatif bila ingin relevan dengan zaman.
Teologi dan Spiritualitas Kristen: Kembali Kepada Kesejatian “Imitatio Christo” Situmorang, Kosmartua
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spiritualitas sering menjadi pokok bahasan yang dipisahkan dengan teologi. Pada kenyataannya istilah spiritualitas sendiri berasal dari kekristenan dan berhubungan erat dengan teologi. Spiritualitas membutuhkan dasar dan pijakan yaitu teologi yang benar dan teologi membutuhkan spiritualitas sebagai hasil akhir dari berteologi. Untuk mendapatkan hubungan yang sejati antara spiritualitas dan teologi, maka harus kembali kepada unsur penting dalam kekristenan yaitu ortodoksi, ortopraksi dan ortopathi untuk menghasilkan spiritualitas holistik. Gambaran kesejatian hubungan terebut adalah ada pada Kristus yang memiliki kasih sejati. Gereja adalah hasil kasih sejati Allah dan akan dapat menghasilkan murid sejati yang memuridkan murid sejati lainnya, ketika menjadi neksus bagi ortodoksi, ortopraksis dan ortopathi dalam teologi dan spiritualitas.
ILMU TEOLOGI MENURUT MARTIN HEIDEGGER Ambarwati, Lucy
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan sebuah analisa kritis mengenai esai Heidegger, “Fenomenologi dan Teologi”. Bagian pertama, saya akan memperkenalkan prinsip utama Heidegger, berdasarkan ‘positum’ yang terberi, yaitu iman, sebagai pengetahuan positif. Sebagai pengetahuan positif, maka, teologi memerlukan filsafat sebagai penjelasan konsep utama. Bagian kedua berisi keberatan mengenai pemikiran Heidegger terutama berdasarkan pertimbangan bahwa iman bukanlah ‘positum’, tetapi mengikuti tradisi Yahudi, yaitu pertemuan pribadi dengan Tuhan. Selanjutnya, saya akan menunjukkan bagaimana filsafat Heidegger sudah berakar dalam pertanyaan Judeo-Christian mengenai de rerum origination radicale yang dirumuskan oleh Leibniz, “mengapa ada sesuatu daripada tidak ada sama sekali?” Dibagian ketiga, saya akan menempatkan esai Heidegger di dalam konteks perkembangan pemikirannya. Di bagian akhir, saya akan menawarkan pertimbangan yang sederhana berdasarkan pengaruh Heidegger di bidang teologi. Bahwa Heidegger sudah menunjukkan kepada kita bahwa kebenaran mencakup iman bukan berarti jawaban untuk semua pertanyaan.
Pendekatan Pelayanan Tuhan Yesus Dalam Perspektif Pastoral Konseling Palit, Steven R.
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan pastoral merupakan pelayanan yang strategis dalam pelayanan Kristen. Pelayanan ini masuk dalam lingkup pelayanan pastoral yang diperlukan untuk menggembalakan jemaat untuk hidup sebagaimana yang diajarkan oleh Firman Tuhan. Gembala baik itu adalah Tuhan Yesus, oleh karena menggunakan pendekatan pelayanan Tuhan Yesus dalam melakukan pelayanan pastoral konseling akan mengarahkan menuju kepada pelayanan yang sesungguhnya yang harus dilakukan seorang konselor. Tujuannya harus tetap sesuai dengan apa yang menjadi mandat yang telah diberikan oleh Tuhan Yesus yaitu memberitakan Injil kepada seluruh dunia.
KAJIAN TEOLOGI KUASA DOA (Suatu Studi Ekspositori Doa Bapa Kami) Sinaga, Mangiring
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdoa adalah bagian yang sangat penting dalam kehidupan kristiani. Berdoa disebutkan sebagai nafas rohani orang percaya. Hal ini memang sangat relevan karena berdoa merupakan aktifitas paling dapat diamati dalam dinamika kekristenan. Alkitab memberikan informasi bahwa Tuhan Yesus mengajar murid-muridnya berdoa dan ini merupakan indikasi yang kuat bahwa berdoa adalah suatu hal yang sangat penting. Namun demikian, berdoa ternyata menyisakan beberapa hal dilematis dalam prakteknya. Yesus Kristus mengajak murid-muridnya untuk berdoa bersama-Nya untuk paling tidak 1 (satu) jam. Ajakan ini menjadi polemik karena Doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Yesus Kristus hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 1 (satu) menit? Benarkah demikian? Pemaparan dan study mendalam menyatakan bahwa berdoa dengan Doa Bapa Kamiternyata relevan dengan ajakan Yesus untuk berdoa minimal 1 (satu) jam. Itu karena Doa Bapa Kami ternyata adalah intisari doa namun itu perlu dikembangkan oleh para pendoauntuk mengalami kuasanya.
MANAJEMEN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK) DI GEREJA KRISTEN INDONESIA (GKI) CAMAR, JAKAMULYA BEKASI Nainggolan, Mary Monalisa
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini memaparkan suatu pengelolaan (manajemen) PAK di GKI Camar, Jakamulya Bekasi--sebuah upaya penelitian untuk mempromosikan konsep pengelolaan PAK di dalam gereja yang diintegrasikan dengan visi, misi, sasaran dan sistem manajemen Gereja tersebut. Tulisan diawali dengan paparan singkat tentang Gereja Kristen Indonesia (GKI), dilanjutkan dengan paparan visi, misi, sasaran, struktur organisasi GKI Camar, gambaran penyelenggaraan ibadah Minggu, dll. Setelah itu, penulis menyusun sistem pengelolaan unit PAKnya, berdasarkan informasi di atas tentang GKI Camar. Model manajemen PAK yang penulis susun terdiri dari dua belas komponen, yakni Visi PAK, Misi PAK, Tujuan, Sasaran, Strategi Pencapaian, Mutu, Pengorganisasian, Guru, Murid, Kurikulum, Sarana/ Prasarana, dan Pendanaan. Terlampir contoh/ usulan kurikulum PAK (periode satu tahun) di bawah tema berjalan gereja: “Pelayanan Diakonia”.
Peranan Musik Dalam Ibadah Kristen: Tinjauan Historis Surjana, Itong
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gereja dan musik, dua hal yang hampir tidak dapat dipisahkan. Tak ada gereja saat ini yang tak memakai musik dan nyanyian dalam ibadahnya. Dalam perkembangannya, gereja-gereja tertentu membangun dan menggunakan genre musik yang beragam. Hal ini menjadi menarik untuk diteliti adalah tinjauan historis dari perkembangan musik dalam ibadah di gereja-gereja tertentu dengan masing-masing dogma yang dipegangnya. Peneliti memakai metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menelusuri literatur yang mencatat penggunaan musik secara historis di kelompok Gereja Katolik, Gereja Ortodoks dan Gereja Protestan (Gereja Arus Utama dan Kharismatik). Selain itu juga dilakukan wawancara dengan para pemimpin bidang musik dan liturgi di gereja yang menjadi lokus penelitian. Hasil penelitian menyimpulkan seharusnya perbedaan selera, budaya dan tradisi tidaklah dapat dijadikan standar kebenaran dalam hal jenis musik. Harus kembali ke Alkitab untuk memahami peranan musik dalam ibadah gereja-gereja Kristen.
KAJIAN TEOLOGI BERKAT DALAM PERSPEKTIF ALKITABIAH Sinaga, Mangiring
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkat merupakan kata yang utuh. Itu menyangkut hal-hal yang tidak tersentuh (rohani) dan juga menyangkut material (jasmaniah). Berkat itu bersumber dari yang lebih tinggi, dalam hal ini Tuhan. Namun demikian, manusia sebagai mahluk fana juga dapat menjadi alat berkat. Harus ditekankan, manusia sejatinya adalah sasaran berkat Allah dan kemudian dapat menjadi alat berkat-Nya. Penekanan yang tidak seimbang terhadap berkat secara material telah mendegradasi keutuhan makna berkat. Tetapi, mengkhususkan berkat pada hal yang melulu bersifat rohani juga adalah kekeliruan yang serius. Allah memanggil para imam untuk menjadi penyalur berkat sehingga keluarga umat manusia hidup dalam kelimpahan di bumi yang diciptakan dan diberkati-Nya. Kelimpahan yang utuh ketika rohani dan jasmaninya mengalami berkat Allah.
METODOLOGI KEPEMIMPINAN BERDASARKAN PENDIDIKAN ALKITAB TERHADAP MANAJEMEN MUTU Chendralisan, Lenny H.S.
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dapat memberikan makna yang benar terhadap kepemimpinan serta adanya pengaruh terhadap manajemen mutu. Pemimpin dapat memiliki daya yang tepat dan benar dari mutu kepemimpinannya (Quality Leadership-QL), sehingga dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan dapat dilaksanakan dalam kepemimpinannya. Setelah melakukan riset lapangan ternyata pemimpin perlu meletakkan kepemimpinannya berdasarkan Alkitab agar mutu pelayanannya menjadi semakin lebih baik serta berguna bagi organisasi, para pengikutnya dan masyarakat luas. Penerapan metodologi kepemimpinan yang tepat bermanfaat bagi pelebaran Kerajaan Surga yang ada di muka bumi ini. Pemimpin dapat menciptakan metode pelayanan yang contextual–historical sehingga jemaat yang dilayani mengalami pertumbuhan dari segi kualitas (mutu diri) serta kuantitas. Organisasi dapat mempertahankan pelayanan prima sebagai pusat Injil. Terdapat kausal positif dan signifikan pada Metodologi Kepemimpinan, Pendidikan Alkitab terhadap Manajemen Mutu dengan R Sguare 0,491 atau 49,1% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yakni 50,9%. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan yang berguna bagi pemimpin organisasi, dalam rangka pengembangan mutu diri (Self Development–SL) manajemen pelayanannya. Peneliti mengembangkan saran-saran bahwa pemimpin dapat mengoreksi kepemimpinannya. Dengan demikian pemimpin yang mengijinkan pendidikan Alkitab meneranginya dari atas atau dari bawah bukan lagi mutu dirinya yang memimpin, namun mutu diri Kristus yang memimpinnya. “Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu.” (2 Tesalonika 1:3).
Penerapan Homiletika Dalam Menyusun Khotbah Yang Terarah Palit, Steven R.
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Khotbah merupakan hal yang sentral di setiap peribadatan gereja. Oleh karena itu khotbah menjadi hal yang sangat serius untuk diperhatikan oleh setiap para pengkhotbah, karena jemaat yang datang dipastikan untuk mendengarkan khotbah yang didalamnya ada pengajaran aktif yang diajarkan lewat khotbah yang disampaikan oleh pengkhotbah. Fenomena yang terjadi sekarang ini (tidak menggeneralisasi, tapi ada dan terjadi), bukan menjadi hal yang tertutup lagi dikarenakan banyak pengkhotbah yang tidak memiliki latarbelakang teologi yang mumpuni (bukan lulusan sekolah teologi) tetapi berkhotbah dengan perspektif mereka sendiri saja, tanpa mengikuti proses yang lazimnya berdasarkan ilmu homiletika. Proses penyusunan khotbah yang terarah tentunya telah melewati proses yang terarah sesuai sebagaimana mestinya berdasarkan penerapan homiletika. Tujuannya adalah siapapun pengkhotbahnya harus bisa memastikan bahwa khotbah yang akan disampaikan telah masuk dalam penerapan homiletika yang benar sehingga khotbah yang disusun benar dan menarik.