Retorik: Jurnal Ilmu Humaniora
Vol 12, No 1 (2024)

Pengalaman Empiris Sebagai Sumber dan Pertimbangan Moral Manusia Pada Society 5.0 dalam Perspektif Moralitas David Hume

Babtista, Thomas Rosario (Unknown)
Pratama, Rengga Nata (Unknown)
Sari, Cindy Gupita (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Jun 2024

Abstract

Society 5.0 menjelaskan peran sentral IoT, AI, dan robot dalam perkembangan sosial, budaya, dan ekonomi. Pengaruh tersebut tidak hanya terjadi di Jepang, tetapi terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kemajuan teknologi tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar, yaitu apakah perkembangan teknologi ini bisa memengaruhi sumber dan pertimbangan moral manusia? Apakah hal tersebut membuat manusia menjadi entitas tanpa perasaan yang berfokus pada kemajuan global? Artikel ini bertujuan menganalisis isu moral pada Society 5.0 menggunakan sumber dan pertimbangan moral menurut David Hume dengan metode studi pustaka. David Hume menekankan dalam moralnya bahwa pengalaman empiris dan perasaan membentuk moralitas itu sendiri. Dalam Society 5.0, pengalaman empiris dan perasaan menjadi sesuatu yang diperhatikan. Alasan pertama adalah bahwa nilai pengalaman empiris mulai tergeser oleh teknologi, dan interaksi manusia dilakukan melalui media digital. Kedua, teknologi yang berkembang tidak dapat sepenuhnya menggantikan aspek emosional dalam hubungan antarmanusia, seperti kepercayaan dan simpati. Menurut Hume, kedua elemen ini penting dalam membentuk respons moral manusia sehingga dapat merefleksikan perasaan dan pengalaman empiris agar memiliki moralitas yang semakin relevan terhadap perkembangan teknologi Society 5.0.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

Retorik

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Retorik: Jurnal Ilmu Humaniora was founded in 2001 with the aim of seeking a new scientific ethos in the humanities with an interdisciplinary, political, and textual spirit. It was, and still remains, the aspiration of Retorik to foster humanities research with a scientific ethos capable of ...