Tulisan ini menyimpulkan bahwa orang tua pada etnis Betawi di Kelurahan Sudimara Jaya memiliki persepsi berbeda-beda tentang pendidikan tinggi bagi anak perempuannya. Beberapa perbedaan persepsi itu antara lain: 1) Menganggap pendidikan tinggi sangat penting, karena perempuan ketika sudah menikah dan memiliki anak, maka ibu menjadi “madrasah pertama†bagi anak-anaknya dan ibu yang cerdas akan melahirkan generasi yang cerdas pula; 2) Menganggap tidak penting, karena mereka beranggapan bahwa anak perempuan ketika sudah menikah lebih fokus di rumah untuk menjadi ibu rumah tangga; 3) Meski banyak di antara orang tua Etnis Betawi mengharapkan pendidikan tinggi pada anaknya, tetapi banyak di antara mereka berada pada tingkat ekonomi lemah. Pada prinsipnya tulisan ini bertujuan untuk memotret fenomena nalar orang tua Etnis Betawi terkait dengan pendidikan tinggi bagi anak perempuan di kelurahan Sudimara Jaya Tangerang. Dalam analisanya, tulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif perspektif sugiyono yang beranggapan bahwa peneliti tidak saja sebagai aktor di lapangan tetapi juga bisa menjadi subjek penelitian. Penelitian ini memang dirasa kurang sempurna maka dari itu perlu diadakan penelitian lanjutan paling tidak melalui penelitian ini memberikan gambaran bagaimana perspektif etnis Betawi menyangkut pendidikan tinggi bagi anak perempuan mereka. Sebuah penelitian yang menggambarkan fenomena sosial dalam perspektif ethnometodologi pada masyarakat Betawi.
Copyrights © 2022