Krisis ekonomi di Jepang pada awal tahun 1990-an dan di Asia Tenggara pada tahun 1997-1998 memiliki dampak yang signifikan terhadap ekonomi dan stabilitas politik di wilayah tersebut. Penelitian ini mengungkapkan bahwa krisis ekonomi Jepang dipicu oleh runtuhnya bubble economy dan kegagalan kebijakan makroekonomi pemerintah, sementara krisis di Asia Tenggara disebabkan oleh berbagai faktor seperti spekulasi mata uang, utang luar negeri yang tinggi, dan sistem keuangan yang lemah. Model pembangunan ekonomi di Asia Timur yang menggabungkan liberalisasi ekonomi dengan kontrol politik ketat mengalami tantangan serius akibat krisis ekonomi, menunjukkan perlunya penyesuaian kebijakan ekonomi untuk memulihkan perekonomian. Perubahan dalam kebijakan ekonomi Jepang pasca-krisis menandai penurunan pengaruh intervensi pemerintah dalam perekonomian dan peningkatan tekanan dari kelompok kepentingan. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang tantangan dan adaptasi dalam menghadapi krisis ekonomi global serta pentingnya respons yang cepat dan tepat dari pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memitigasi dampak negatif krisis ekonomi.
Copyrights © 2024